"Bursa memutuskan untuk Januari 2009 tidak menerbitkan daftar saham yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaann penyelesaian transaksi efek oleh perusahaan efek bagi nasabah yang mengakibatkan posisi short," ujar Kepala Divisi Perdagangan BEI Supandi dalam pengumumannya yang dikutip Rabu (31/12/2008).
BEI juga menerbitkan daftar efek yang memenuhi syarat untuk ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi efek oleh perusahaan efek bagi nasabah atau transaksi marjin. Emiten PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menjadi emiten pendatang baru dalam daftar ini. Berikut daftarnya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
- AKR Corporindo (AKRA)
- Aneka Tambang (ANTM)
- Astra International (ASII)
- Bank Central Asia (BBCA)
- Bank Negara Indonesia (BBNI)
- Bank Rakyat Indonesia (BRI)
- Bank Danamon Indonesia (BDMN)
- Bisi International (BISI)
- Bank Mandiri (BMRI)
- Barito Pacific (BRPT)
- Darma Henwa (DEWA)
- International Nickel Indonesia (INCO)
- Indofood Sukses Makmur (INDF)
- Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)
- Indosat (ISAT)
- Indo Tambangraya Megah (ITMG)
- Jasa Marga (JSMR)
- Kalbe Farma (KLBF)
- Lippo Karawaci (LPKR)
- PP London Sumatera (LSIP)
- Medco Energi International (MEDC)
- Mitra Rajasa (MIRA)
- Perusahaan Gas Negara (PGAS)
- Bank Pan Indonesia (PNBN)
- Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA)
- Sampoerna Agro (SGRO)
- Holcim Indonesia (SMCB)
- Semen Gersik (SMGR)
- Tunas Baru Lampung (TBLA)
- Timah (TINS)
- Telekomunikasi Indonesia (TLKM)
- United Tractor (UNTR)
- Unilever Indonesia (UNVR)
- Wijaya Karya (WIKA).
"Ketentuan-ketentuan tersebut mulai berlaku tanggal 5 Januari 2009 yang sekaligus mencabut pengumuman BEI no Peng-485/BEI.PSH/U/11-2008 tertanggal 28 November 2008," ujar Supandi.
(qom/lih)











































