Tahap pertama akan dikeluarkan semester pertama tahun 2009 dengan nilai Rp 500 miliar. Sedangkan sisanya sebesar Rp 1 triliun dilepas semester kedua tahun depan.
Demikian hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BTN Iqbal Latanro usai rapat umum pemegang saham (RUPS) di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (31/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, walaupun perseroan akan menerbitkan obligasi namun rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) yang sudah disetujui DPR tetap jalan terus.
Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk restrukturisasi bank plat merah tersebut. Restrukturisasi tersebut mencakup ekspansi kredit dan pembenahan teknologi perseroan.
Sedangkan untuk pertumbuhan kredit di tahun 2009, ia mengatakan akan tumbuh sekitar 15-20 persen. "Pastinya lebih kecil dari pertumbuhan kredit tahun 2008," ungkapnya. (ang/lih)











































