Wall Street Catat Rekor Terburuk Sejak Great Depression

Wall Street Catat Rekor Terburuk Sejak Great Depression

- detikFinance
Kamis, 01 Jan 2009 08:49 WIB
Wall Street Catat Rekor Terburuk Sejak Great Depression
New-York - Wall Street menutup tahun 2008 dengan catatan rekor terburuk sejak era Great Depression tahun 1930 silam. Krisis kredit dan suramnya proyeksi ekonomi telah memangkas optimisme pelaku pasar sepanjang 2008.

Di hari terakhir perdagangan, Rabu (31/12/2008) saham-saham ditutup menguat dengan harapan pemerintah AS akan melakukan apapun untuk mengatasi resesi.

Indeks Dow Jones di hari terakhir 2008 ditutup menguat 108 poin (1,25%) ke level 8,776,39. Indeks Standard & Poor's 500 naik 12,61 poin (1,42%) ke level 903,25 dan Nasdaq menguat 26,33 poin (1,70%) ke level 1.577,03.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wall Street meninggalkan tahun 2008 dengan berbagai catatan kelam. Kolapsnya Lehman Brothers pada pertengahan September lalu telah menyebabkan penurunan terbesar ketiga bagi indeks Dow Jones dan S&P 500.

Sepanjang tahun 2008, indeks Dow Jones merosot 33,8% sekaligus yang terburuk sejak tahun 1931. Sementara S&P juga anjlok 38,5% dan Nasdaq mencatat yang terburuk dengan penurunan hingga 40,5%.

Hanya dua saham yang mencatat kenaikan di Dow Jones sepanjang 2008 yakni Wal-Mart Stores dan McDonald's Inc. Investor masih yakin bahwa peritel Wal-Mart dan restoran cepat saji murah ala MacDonald's masih mampu mencatat kinerja yang baik di tengah lonjakan angka pengangguran dan ancaman resesi.

Siapa saham terburuk? Penurunan terbesar ternyata disandang oleh General Motors. Saham perusahaan otomotif terbesar AS itu anjlok hingga 87,1% sepanjang 2008, setelah mengalami kesulitan likuiditas dan di ambang kebangkrutan.

Sementara di S&P, penurunan terbesar dicatat oleh perusahaan asuransi American International Group atau AIG yang sahamnya anjlok hingga 97,3%. Anjloknya saham AIG terjadi setelah pemerintah AS memutuskan untuk menyelamatkan perusahaan asuransi itu dengan suntikan dana hingga US$ 85 miliar untuk mencegah kebangkrutan.

"Sangat buruk yang terjadi disana. Dan saya benar-benar berharap kejadian ini hanya sekali dalam seumur hidup," ujar Kurt Brunner, manajer portofolio dari Swarthmore Group seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/1/2009).

Meski 2008 menjadi sebuah tahun yang suram bagi perekonomian, namun pelantikan Barack Obama sebagai presiden AS diharapkan bisa membawa setitik harapan. Obama diharapkan segera melakukan pemulihan ekonomi AS.

"Ada optimisme bahwa tim baru ini akan melakukan sesuatu. Dampak kebijakan fiskal akan memainkan bagian yang besar dalam menentukan seberapa dalam dan lamanya periode resesi dan bagaimana pemulihan ekonomi akan terjadi," ujar Michael Cuggino, presiden dan manajer portofolio Permanent Portfolio Funds. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads