20 Indeks Saham Terburuk di 2008

20 Indeks Saham Terburuk di 2008

- detikFinance
Kamis, 01 Jan 2009 15:06 WIB
20 Indeks Saham Terburuk di 2008
Jakarta - Bursa-bursa di seluruh dunia tak ada satupun yang mampu mencatat kenaikan positif selama tahun 2008. Hampir semuanya menutup tahun 2008 dengan penurunan yang besar sekaligus menorehkan catatan terburuk.

Berikut 20 indeks saham dari berbagai belahan dunia yang mencatat penurunan paling besar sepanjang 2008, seperti dikutip detikFinance dari AFP, Kamis (1/1/2008).

  1. Reykjavik (OMX index) -94,4 persenn
  2. Moscow (RTS) -72,5 persen
  3. Dubai (DFM) -72,4 persen
  4. Bucharest (BET) -70,5 persen
  5. Dublin (IOI) -66,2 persen
  6. Hanoi (HCMSI) -65,9 persen
  7. Shanghai (SE Composite) -65,4 persen
  8. Athena (Athex) -65,3 persen
  9. Wina (ATX) -61,2 persen
  10. Lima (IGBVL) -59,9 persen
  11. Pakistan (KSE-100) -58,3 persen
  12. Riyadh (Tadawul) -56,5 persen
  13. Kairo (Case 30) -564 persen
  14. Brussels (Bel-20) -53,8 persen
  15. Helsinki (OMX Helsinki) -53,4 persen
  16. Budapest (BSEI) -53,3 persen
  17. Oslo (OBX) -52,8 persen
  18. Mumbai (Sensex 30) -52,5 persen
  19. Amsterdam (AEX) -52,3 persen
  20. Istanbul (ISE 100) -51,6 persen

Sementara Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 26 Desember 2008 tercatat turun 51,17% ke level 1.340,89. IHSG di BEI mencatat yang terburuk keempat di seluruh Asia Pasifik. IHSG sedikit lebih baik ketimbang indeks saham di Shenzen, Shanghai, dan Mumbai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk bursa-bursa utama dunia lainnya seperti di Eropa dan Wall Street juga tak luput dari penurunan tajam. Berikut catatan indeks saham di bursa-bursa utama dunia:
  • Dow Jones Industrial Average -33,84%
  • Standard & Poor's -38,49%
  • Nasdaq -40,54%
  • Nikkei -42,12%
  • DAX Frankfurt -40,37%
  • CAC Paris -40,37
  • FTSE London -31,33%
  • Bovespa Brasil -41,22%.

"Ini adalah sebuah tahun dimana sistem finansial kita diuji tidak seperti waktu-waktu lain setelah Great Depression," ujar Kevin Giddis, analis dari Morgan Keegan seperti dikutip dari AFP.

"Kita melihat kisah kolapsnya perusahaan-perusahaan secara lengkap di Wall Street. Kita melihat Treasury bills (T-Bills) mencatat yield yang negatif dan kita juga telah melihat pemerintah AS memasuki sebuah kericuhan yang menunjukkan bahwa dinding kapitalisme runtuh hingga ke dasarnya," tambahnya.

Bagaimana dengan tahun 2009? Optimisme memang ada seiring dengan harapan baru di AS --- yang merupakan pusat krisis --- dengan pelantikan Barack Obama sebagai presiden. Tim baru Obama diharapkan segera memperbaiki berbagai kekusutan perekonomian.

Namun menurut Giddis, banyak tantangan yang harus dilewati di tahun 2009. Berbagai masalah menghadang seperti melemahnya pertumbuhan ekonomi, sistem perbankan yang masih berupaya memperkuat lagi posisinya serta pasar perumahan yang harus berjuang mengatasi kelesian.

"Namun ada harapan. Pada satu titik, prakarsa yang sudah diambil The Fed dan Depkeu AS akan bekerja, dan mereka harus, sementara bank-bank akan mulai lagi memberikan kredit pada skala yang lebih besar," imbuh Giddis.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads