Semen Gresik Sudah Buy Back Saham Rp 192,68 Miliar

Semen Gresik Sudah Buy Back Saham Rp 192,68 Miliar

- detikFinance
Sabtu, 03 Jan 2009 13:30 WIB
Semen Gresik Sudah Buy Back Saham Rp 192,68 Miliar
Jakarta - PT Semen Gresik Tbk telah melakukan buy back (pembelian kembali) saham perseroan sebanyak 66.608.500 lembar saham senilai Rp 192,68 miliar pada periode 13 Oktober sampai 26 Desember 2008. Program buy back saham ini dilakukan karena pada saat terjadinya krisis pada 8 Oktober 2008 saham perseroan mengalami penurunan.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto dalam siaran pers yang diterima oleh detikFinance, Sabtu (3/1/2008).

"Buy back akan terus dilakukan hingga 9 Januari 2009. Dari sisi harga saham, pada saat terjadinya krisis pada tanggal 8 Oktober 2008, saham SMGR diperjualbelikan dengan harga Rp 1.850. Pada penutupan  tanggal 30 Desember 2008 mengalami kenaikan yang cukup signifikan mencapai 225,00% menjadi Rp 4.175," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dwi mengatakan, di tengah krisis ekonomi global yang terjadi saat ini kinerja Semen Gresik Group (SGG) sampai akhir tahun 2008 menunjukkan hasil yang menggembirakan. "Produksi semen secara group diperkirakan mencapai 18,2 juta ton atau naik 8,6 % dibanding realisasi tahun 2007," jelasnya.

Sebagai gambaran bahwa selama periode Januari – November 2008, Penjualan mencapai 16,186 juta ton semen, jumlah ini meningkat 4,4 % dari pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 15,511 juta ton semen.

"Saat ini kapasitas riil Perseroan sebesar 18 juta ton semen pertahun dan menguasai sekitar 44% pangsa pasar semen domestik," jelasnya.

Selain itu, Dwi menuturkan tantangan di tahun 2009 yang dihadapi perseroan adalah meneruskan rencana ekspansi perseroan yaitu proyek peningkatan kapasitas pabrik yang telah berjalan, yakni dengan dimulainya pekerjaan fisik pembangunan pabrik baru di Jawa dan Sulawesi dengan kapasitas masing-masing 2,5 juta ton semen per tahun, dan pembangunan 2 pembangkit listrik (power plant) di Tonasa Sulawesi Selatan dengan kapasitas masing-masing 35 Megawatt.

"Ekspansi tersebut membutuhkan dana sebesar kurang lebih US$ 1,3 miliar. Diharapkan pabrik baru dan pembangkit listrik tersebut dapat beroperasi pada tahun 2011 untuk Pabrik di Sulawesi dan 2012 untuk pabrik di Jawa. Dengan selesainya optimalisasi peralatan produksi dan pembangunan pabrik baru tersebut kapasitas terpasang perseroan meningkat menjadi 23,4 juta ton pertahun pada tahun 2014," paparnya.

Untuk pendanaan proyek – proyek strategis tersebut, Perseroan akan mengoptimalkan sumber dana internal, sedangkan untuk sisanya, telah memperoleh komitmen dari beberapa institusi keuangan dan perbankan  terbukti dengan ditandatanganinya MOU antara Semen Gresik dan Bank Mandiri pada tanggal 19 Desember 2008.

Pada MOU tersebut Bank Mandiri terpilih sebagai Joint Lead Arranger untuk fasilitas sindikasi kredit pembangunan  2 pabrik baru dan 2 pembangkit listrik (power plant).

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads