Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (5/1/2009) karena terpengaruh oleh maraknya perdagangan bursa saham regional terutama Jepang dan pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik pada Senin siang ini.
Bursa saham Jepang Senin pagi ini dibuka menguat 2,16% atau 191,50 poin dan kembali tembus ke level 9.000 tepatnya di posisi 9.051. Perdagangan di bursa saham Jepang hari ini adalah yang pertama di 2009 setelah libur panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Jumat lalu (2/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat tajam hingga 258,30 poin (2,94%) ke level 9.034,69. Indeks teknologi Nasdaq juga ditutup menguat 55,18 poin (3,50%) ke level 1.632,21 dan Standard & Poor's 50 menguat hingga 28,55 poin (3,16%) ke level 931,80.
Investor domestik akan memilah-milah saham yang cocok dengan kondisi tahun 2009 seperti telekomunikasi karena akan berlangsungnya tender offer saham Indosat oleh Qatar Telecom. Sementara saham komoditas dinilai masih cukup berisiko karena harga minyak juga cenderung turun.
Di penghujung tahun 2008, IHSG pada penutupan perdagangan saham Selasa (30/12/2008) naik 14,516 poin (1,08%) menjadi 1.355,408.
IHSG sepanjang tahun 2008 mencatat penurunan terburuk keempat di kawasan Asia Pasifik setelah Shenzen, Shanghai, dan Mumbai.
Tahun 2008 menjadi antiklimaks bagi IHSG setelah selama 6 tahun berturut-turut berada dalam trend menguat. Kejatuhan IHSG tidak lepas dari memburuknya kinerja bursa saham di seluruh dunia sebagai akibat resesi global.
Berikut analisa saham 2009 dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
Pasar finansial global masih akan bergerak flat dengan kecenderungan melemah pada beberapa bulan ke depan. Perekonomian dunia diperkirakan baru akan membaik awal 2010, sehingga diperkirakan pasar modal, sebagai leading indicator, akan pulih pada 1H-09.
Memasuki awal tahun, kami perkirakan BI akan kembali menurunkan suku bunga sebagai langkah untuk menggairahkan perekonomian, menyusul melemahnya tekanan inflasi. Langkah pemerintah menurunkan harga premium (2x) serta solar (1X) akan memperbesar peluang bagi pemotongan suku bunga.
Meski pasar saham global masih dalam trend bearish, kami melihat saat ini merupakan momen bagi pasar saham untuk mencari kesetimbangan baru (opportunity). Investor global akan mencermati langkah dan kebijakan yang akan diambil Presiden Amerika Serikat yang baru, Barrack Obama, terkait mengatasi krisis ekonomi ini.
Selain itu investor dalam negeri juga akan memperhatikan pengaruh beberapa agenda politik seperti pemilu yang akan digelar tahun 2009.
(ir/ir)











































