Dalam dialog dengan pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia, Senin (5/1/2009) SBY mengatakan pada pembukaan pasar saham 2 Januari 2008, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat prestasi kenaikan nomor tiga tertinggi di Asia dari 1.800 menjadi 2.700.
Saat itu lanjut SBY, ada optimisme dengan menargetkan kenaikan IHSG tahun lalu hingga 30%. "Tapi tiba-tiba mendung datang dan kita dapat kiriman banjir dari AS, jadi Tuhan menentukan yang lain, sekarang turun 50%," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kata orang Jawa bilang kita masih lumayan masih di tengah-tengah," tuturnya.
Untuk ke depan, lanjut SBY, dalam keadaan krisis finansial global ini yang harus dijaga adalah confidence dan trust.
"Karena yang paling bahaya adalah krisis confidence dan krisis trust kalau itu terjadi recovery-nya kan panjang. Oleh karena sejak awal saya ajak untuk meyakinkan diri agar tidak terjadi krisis confidence dan trust," kata SBY. (ir/qom)











































