Demikian disampaikan Dirut Trimegah Avi Dwipayana usai pembukaan perdagangan bursa di Gedung BEI, Jakarta, Senin (5/1/2009).
"kita mau ada stimulus juga untuk menggerakan pasar modal, selain menggerakkan sektor riil juga. Seperti insentif pajak di pasar modal. Jadi dari pasar kita lebih mengharapkan insentif fiskal, terus dari sisi moneter juga," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan sampai situasinya seperti tahun 1997, dimana bank enggan memberikan kredit. Jadi jangan sampai terjadi krisis likuiditas, itu sulit menggerakkan ekonomi. Jadi kita harapkan dari dua sisi itu," katanya.
Ia berharap, pemerintah bisa merealisasikan kedua jenis insentif itu tahun ini juga untuk mengantisipasi penurunan ekonomi yang lebih parah. Selain itu para pelaku pasar modal juga menginginkan suku bunga terus turun sehingga biaya pinjaman bisa menjadi lebih murah.
"Kalau bisa tahun ini sudah bisa dieksekusi. Kita dari pelaku usaha, dari sisi moneter juga merasa suku bunga harus cepat turun, agar biaya pinjaman jadi lebih murah. ini kan menstimulus ekonomi juga," katanya.
Indeks Rebound
Sedangkan untuk IHSG, Avi memperkirakan tahun ini IHSG akan mengalami rebound alias bangkit kembali dari kejatuhannya pada 2008.
"IHSG sepertinya akan tejadi rebound, perkiraan saya masih bisa tumbuh 15%-20%. Karena kita sudah terpuruk dalam," katanya.
Ketika ditanya sektor apa yang akan jadi penopang, menurut Avi sektor komoditi akan kembali unjuk gigi seiring harga minyak yang mulai naik lagi.
(lih/ir)










































