Pada perdagangan Senin (5/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 81,80 poin (0,91%) ke level 8.952,89. Indeks Standard & Poor's 500 turun 4,35 poin (0,47%) ke level 927,45 dan Nasdaq melemah 4,18 poin (0,26%) ke level 1.628,03.
Saham-saham teknologi mengalami penurunan tajam setelah Bernstein Research menurunkan peringkat Verizon Communications Inc dan AT&T.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor finansial juga mengalami penurunan tajam setelah Deutsche Bank memangkas proyeksi pendapatan 16 bank komersial besar, termasuk JPMorgan Chase & Co. Saham JPMorgan anjlok hingga 7%.
Penurunan saham-saham kali ini sekaligus membalikkan penguatan tajam hingga 6% sepanjang perdagangan pekan sebelumnya. Penguatan itu terjadi karena investor berharap adanya recovery setelah Wall Street memiliki kinerja terburuk sejak Great Depression.
"Akan ada sedikit tekanan di pasar karena performa 6 atau 7 pekan yang lalu," ujar Peter Kenny, managing director Knight Equity Markets seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/1/2009).
Perdagangan saham tercatat belum terlalu semarak. Di New York Stock Exchange, transaksi hanya 1,3 miliar dan di Nasdaq hanya 1,79 miliar.
Harga Minyak Melonjak Terus
Sementara harga minyak mentah dunia juga tercatat kembali menanjak seiring konflik di jalur Gaza yang tak kunjung reda.
Kontrak utama New York untuk minyak jenis light sweet pengiriman Februari tercatat naik 2,47 dolar ke level US$ 48,81 per barel. Sementara minyak jenis Brent North Sea juga naik 2,71 dolar ke level US$ 49,62 per barel. (qom/qom)











































