Wall Street Menguat Terbatas

Wall Street Menguat Terbatas

- detikFinance
Rabu, 07 Jan 2009 07:14 WIB
Wall Street Menguat Terbatas
Jakarta - Saham-saham di bursa Wall Street menguat terbatas setelah para investor mulai mengantisipasi rencana paket stimulus yang akan segera dikeluarkan pemerintahan Barack Obama.

Investor memburu saham-saham teknologi yang diperkirakan mendapatkan keuntungan paling besar dari rencana pemberian stimulus. Saham-saham teknologi pun menguat seperti Microsoft yang menguat 1,2%, IBM naik 2,8% dan Hewlet Packard naik 8,2%.

Sementara indeks Dow Jones Industrial Average pada perdagangan Selasa (6/1/2009) ditutup menguat tipis 62,21 poin (0,69%) ke level 9.015,10. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 7,25 poin saja (0,78%) ke level 934,70 dan Nasdaq menguat 24,35 poin (1,505) ke level 1.652,38.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rincian atau minutes dari pertemuan Bank Sentral AS (Federal Reserve) 15-16 Desember lalu memberikan peringatan akan rendahnya inflasi sekaligus menyatakan bahwa proyeksi ekonomi akan melemah dalam beberapa waktu.

"Ini sedikit menjadi periode bulan madu untuk awal tahun, dimana orang-orang mulai mengantisipasi rencana paket stimulus. Sepertinya ada lagi keinginan untuk mengambil risiko," jelas Todd Clark, managing director Nollenberger Capital Partners seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/1/2009).

Namun volume perdagangan masih cukup tipis. Di New York Stock Exchange, perdagangan hanya 1,33 miliar lembar saham, sementara di Nasdaq mencapai 2,17 miliar.

Harga Minyak Turun Tipis

Sementara harga minyak mentah yang kemarin sempat menguat tajam, akhirnya bergerak variatif. Investor terus mencermati pergerakan di Timur Tengah berkaitan masih berlangsungnya serangan Israel ke jalur Gaza.

Pada perdagangan kemarin, kontrak utama New York untuk minyak jenis light sweet pengiriman Februari turun tipis 23 sen ke level US$ 48,58 per barel. Sementara minyak jenis Brent pengiriman Februari naik 91 sen ke level US$ 50,53 per barel.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads