Investor memburu saham-saham teknologi yang diperkirakan mendapatkan keuntungan paling besar dari rencana pemberian stimulus. Saham-saham teknologi pun menguat seperti Microsoft yang menguat 1,2%, IBM naik 2,8% dan Hewlet Packard naik 8,2%.
Sementara indeks Dow Jones Industrial Average pada perdagangan Selasa (6/1/2009) ditutup menguat tipis 62,21 poin (0,69%) ke level 9.015,10. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 7,25 poin saja (0,78%) ke level 934,70 dan Nasdaq menguat 24,35 poin (1,505) ke level 1.652,38.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sedikit menjadi periode bulan madu untuk awal tahun, dimana orang-orang mulai mengantisipasi rencana paket stimulus. Sepertinya ada lagi keinginan untuk mengambil risiko," jelas Todd Clark, managing director Nollenberger Capital Partners seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/1/2009).
Namun volume perdagangan masih cukup tipis. Di New York Stock Exchange, perdagangan hanya 1,33 miliar lembar saham, sementara di Nasdaq mencapai 2,17 miliar.
Harga Minyak Turun Tipis
Sementara harga minyak mentah yang kemarin sempat menguat tajam, akhirnya bergerak variatif. Investor terus mencermati pergerakan di Timur Tengah berkaitan masih berlangsungnya serangan Israel ke jalur Gaza.
Pada perdagangan kemarin, kontrak utama New York untuk minyak jenis light sweet pengiriman Februari turun tipis 23 sen ke level US$ 48,58 per barel. Sementara minyak jenis Brent pengiriman Februari naik 91 sen ke level US$ 50,53 per barel.
(qom/qom)











































