Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BEI Erry Firmansyah usai rapat bersama Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) di Kantor Bapepam LK, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Selasa (6/1/2009).
"Sebenarnya ada sub rekening KSEI yang paling cepat bisa diketahui. Nah tergantung kan banyak nasabah yang juga tidak buka soft rekening tapi mereka gunakan rekening broker. Yang paling aman itu yang pakai rekening di KSEI," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu yang nanti kita Februari akan buka yang namanya investor area di KSEI. Jadi nasabah bisa lihat kalau mereka buka sub rekening, bisa langsung memonitor," ujarnya.
Ia mengatakan, rekening nasabah yang ada dalam soft rekening tersebut akan lebih mudah diverifikasi selama masih dibekukan. Ia berharap, dana nasabah bisa dikembalikan semuanya setelah selesai dilakukan verifikasi.
Hingga saat ini, pihaknya masih belum menemukan keterlibatan manajemen SPS dalam kasus tersebut. "Sampai sejauh ini baru oknum komut. Saya belum bisa katakan yang lainnya. tapi yang menggunakan dana itu komut," imbuhnya.
BEI telah menghentikan sementara atau suspensi terhadap anggota bursa (broker) PT Sarijaya Permana Sekuritas karena adanya penyalahgunaan dana nasabah dan pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuikan (MKBD) yang tidak benar.
Anggota Bursa dengan kode perdagangan SP tersebut terakhir melaporkan nilai MKBD sebesar Rp 29,318 miliar. Herman Ramli sendiri telah ditahan Bareskrim-Mabes Polri sejak 24 Desember 2008 karena dugaan penggelapan dana nasabah Rp 245 miliar. (ang/ir)











































