Kasus penggelapan dana nasabah di Sarijaya membuat pelaku pasar khawatir akan banyaknya kasus serupa yang akan muncul. Meski begitu Bapepam dan BEI menegaskan kasus Sarijaya tidak berdampak sistemis.
Di tengah sentimen positif penurunan BI Rate oleh BI sebesar 0,5% menjadi 8,75%, pelaku pasar akhirnya memilih untuk merealisasikan keuntungan setelah pembelian saham besar-besaran di awal tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 turun 2,828 poin (0,97%) menjadi 287,524 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,204 poin (0,95%) menjadi 230,991.
Perdagangan saham hari ini cukup ramai dengan mencatat transaksi sebanyak 93.131 kali, dengan volume 6,474 miliar unit saham, senilai Rp 4,890 triliun. Sebanyak 56 saham naik, 96 saham turun dan 60 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 80 menjadi Rp 770, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 80 menjadi Rp 1.950, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.100, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 menjadi Rp 7.550, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 75 menjadi Rp 4.725.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 50 menjadi Rp 1.230, Bank Negara Indonesia (BBNI) naik Rp 10 menjadi Rp 740 dan International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 375 menjadi Rp 2.600.
Bursa saham Asia pada hari ini bervariasi seperti KOSPI naik 2,84%, Nikkei naik 1,74%, Taiwan naik 1,32%. Sedangkan STI Singapura turun 1,62%, Hang Seng turun 3,37% dan Shanghai turun 0,68%.
(ir/qom)











































