Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Rabu (7/1/2009) rupiah menguat 50 poin ke posisi 10.800 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat menguat hingga ke level 10.600 per dolar AS.
Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono usai keterangan pers di Gedung BI, Jakarta, Rabu (7/1/2009) mengaku cukup senang alias happy dengan posisi rupiah saat ini yang berkisar antara Rp 10.700-11.000/US$. Kisaran ini terbilang menguat dari posisi akhir tahun yang berada di Rp 11.000-12.000/US$.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hartadi, nilai rupiah saat ini dinilai memadai untuk tetap menopang kegiatan ekspor dan impor nasional. Meskipun aktifitas ekspor, menurut Hartadi, lebih dipengaruhi permintaan global yang menurun.
"Saya pikir ok, tapi mungkin jawabannya ekspor impor itu, terutama ekspor, nggak terlalu tergantung, pada depresiasi rupiah. Karena ini betul-betul masalah demand global. Karena di global demand turun," katanya.
Sementara mata uang Asia lainnya juga kebanyakan menguat terhadap dolar AS seperti won Korea menguat 1,12%, yen Jepang menguat 0,24%, peso Filipina menguat 0,85%, bath Thailand menguat 0,57% dan dolar Taiwan menguat 0,36%.
(ir/qom)











































