Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (7/1/2009), IHSG melemah 14,067 poin (0,98%) menjadi 1.421,470. Perdagangan saham hari ini cukup ramai dengan mencatat transaksi sebanyak 93.131 kali, dengan volume 6,474 miliar unit saham, senilai Rp 4,890 triliun.
Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor agri ditutup melemah 0,58% di tengah harga CPO yang terus menanjak menembus level RM1900/ton . Hal ini dipicu oleh kenaikan signifikan agri dalam dua hari terakhir (+15%).
Turunnya BI Rate sebesar 50 bps menjadi 8,75% yang disinyalir akan memberi sentiment positif bagi sektor perbankan ternyata bergerak sebaliknya (harga obligasi meningkat).
Sejumlah saham perbankan unggulan yang memiliki eksposur besar di obligasi berjenis variable seperti BMRI (97% variable rate) dan BBCA (70% variable rate) memberi tekanan yang cukup dalam ke sektor perbankan. BMRI ditutup melemah 3,44% dan BCA melemah 3,57%. BBRI yang eksposur obligasinya sebagian besar fixed rate ditutup melemah 1,56%.
Turunnya BI Rate memberi sentiment positif terhadap investor asing karena masih besarnya gap antara BI Rate dengan Fed dan bank lainnya.
BUMI sendiri kembali ditutup auto rejection terkait aksi akuisisinya atas dua anak perusahaan Bakrie memberi sentiment negatif karena akan membebani neraca keuangan perseroan.
Beberapa saham unggulan yang mengangkat indeks hari ini adalah INCO +16,85%; ASII+7,56% dan CTRA +6,19%. Sementara top loser berasal dari BUMI -9,41%; AALI -4,87%; dan UNVR +4,87%.
(qom/qom)











































