Alhasil pada perdagangan saham Kamis (8/1/2009), IHSG bergerak variatif meski ada sedikit peluang penguatan karena aksi ambil untung pelaku pasar diprediksi hanya bersifat temporer.Β
Bursa saham di China terutama Hang Seng pada Rabu kemarin dilanda aksi penjualan saham saham-saham perbankan karena para investor yang pesimistis pada pertumbuhan pendapatan bank-bank tersebut. Sedangkan Bursa Saham India anjlok tajam akibat munculnya skandal keuangan Satyam Computer Services.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anjloknya lagi saham-saham di Wall Street karena makin suramnya pasar tenaga kerja swasta dan juga adanya peringatan dari Intel Corp tentang pendapatannya yang kemungkinan lebih rendah dari proyeksi karena perekonomian yang sedang memburuk.
Pada penutupan perdagangan Rabu (7/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 244,68 poin (2,71%) ke level 8.770,42. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun hingga 28 poin (3%) ke level 906,70 dan Nasdaq merosot hingga 53,32 poin (3,23%) ke level 1.599,06.
Sementara pada penutupan perdagangan saham, Rabu kemarin (7/1/2009), IHSG melemah 14,067 poin (0,98%) menjadi 1.421,470.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks terkoreksi 14 poin ke posisi 1.421 setelah sebelumnya sempat naik ke 1.472 menembus upper band dari Bolinger serta mendekati level Fibbo 150% pada 1.483. Sentimen positif penurunan BI Rate 50 bps menjadi 8,75% belum mampu mengangkat indeks karena terimbas bursa Hangseng yang melemah 3,3% disamping telah masuk area overbought. Pelemahan hanya temporer akibat profit taking dengan support kuat di
level 1.370. Pergerakan harian berada dikisaran 1.390-1.460 dengan pilihan saham: LSIP, ASII, INCO, TINS dan UNTR.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada Rabu kemarin bergerak sangat fluktuatif dengan rentang perdagangan mencapai 4%. Pada awal perdagangan, bursa dibuka pada teritori positif sampai akhir sesi I. Seiring dirilisnya pengumuman BI Rate yang turun 50 bps ke level 8,75% , aksi profit taking investor mulai memberi tekanan pada indeks. Sektor Banking terkena aksi Sell-on-News diikuti dengan profit taking pada CPO Player. Indeks terkoreksi hampir 1% ke level 1421,4 dengan trading value mencapai Rp 4,9 triliun, tertinggi sejak akhir November.
Sementara bursa US sendiri akhirnya kembali terkoreksi tajam setelah beberapa perusahaan besar seperti Intel dan Alcoa mengumumkan penurunan kinerja 2008 yang akan lebih buruk dari perkiraan, ditambah dengan anjloknya Private Sector Jobs sebesar 693.000 sebagai indikasi awal makin tingginya angka pengangguran di US yang akan diumumkan Jumat malam. Dow Jones turun 2,7%, S&P500Β -3% dan Nasdaq -3,2%. Harga minyak dunia kembali terkoreksi tajam dan ditutup di level US$ 42/barrel seiring tingginya tingkat inventory di US. Bursa Asia pagi ini dibuka 'memerah' dengan Nikkei -3%,KOSPI -1,7%, STI -1,5% dan AORD -2,2%.
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan bergerak seiring dengan penurunan bursa Regional dan US seiring investor akan segera melakukan aksi profit taking pada saham-saham yang telah menguat lebih dari 20% sejak pertengahan Desember lalu. Sektor mining, finance dan Agri diperkirakan akan menjadi Top Losser hari ini. Indeks diperkirakan akan bergerak melemah dengan rentang pergerakan 1380 - 1430.
(ir/ir)











































