Rupiah Hati-hati Profit Taking

Rupiah Hati-hati Profit Taking

- detikFinance
Kamis, 08 Jan 2009 08:05 WIB
Rupiah Hati-hati Profit Taking
Jakarta - Tren penguatan rupiah dibayangi aksi ambil untung. Namun profit taking tersebut dinilai hanya sementara karena pasca turunnya suku bunga BI Rate justru banyak investor yang kembali berburu surat utang di Indonesia. Terlebih permintaan dolar AS di pasar global juga cenderung turun.

Pada perdagangan valas pukul 08.00 WIB, Kamis (8/1/2009) rupiah ada di posisi 10.850 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 10.800-10.900 per dolar AS. Posisi rupiah ini mengalami koreksi dibanding Rabu kemarin (7/1/2009) yang di level 10.600 per dolar AS.

Meski dibayangi aksi ambil untung, rupiah masih punya ruang menguat terlebih selisih bunga dengan the Fed masih lebar karena bunga acuan di AS kini di kisaran 0-0,25%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara mata uang dolar AS melemah terhadap euro karena sentimen negatif meningkatnya jumlah pengangguran di AS.

Data dari ADP, sebuah perusahaan jasa tenaga kerja swasta di AS mengatakan bahwa jumlah PHK meningkat menjadi 693.000 pada Desember, yang meningkat tajam dibandingkan 476.000 tenaga kerja selama November.

Pada perdagangan Rabu waktu AS (7/1/2009) euro menguat di posisi 1,3644 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,3531 dolar AS. Mata uang paman sam juga melemah terhadap yen Jepang di posisi 92,65 yen dibanding hari sebelumnya 93,65 yen.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads