Demikian diungkapkan oleh Direktur Keuangan Pertamina, Frederick Siahaan usai menghadiri pelantikan komisaris utama Pertamina, di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (8/1/2009).
"Kita harapkan bisa IPO tahun ini, tapi realisasinya nanti disesuaikan dengan kondisi pasar," katanya
Ia mengatakan, jumlah kepemilikan saham anak usahanya tersebut yang akan dilepas berkisar 20-30 persen. Namun sayang, ia enggan menyebutkan besaran nilai sahamnya tersebut karena masih dalam kajian.
Ia mengatakan, dana yang akan diperoleh dari hasil IPO tersebut akan digunakan untuk menambah modal kerja Tugu Pratama di tahun 2009.
Menurutnya, IPO Tugu Pratama merupakan salah satu langkah divestasi yang akan dilakukan terhadap beberapa anak perusahaan Pertamina lainnya. Terutama anak perusahaan yang memiliki bisnis non inti Pertamina.
Langkah divestasi tersebut dilakukan perseroan dalam rangka transformasi bisnis fokus ke bisnis inti sehingga pengelolaan perusahaan lebih efisien.
"Anak usaha yang akan didivestasi itu usaha non inti, antara lain perusahaan yang bergerak pada jasa konsultan, konstruksi dan properti, katering," imbuhnya. (ang/lih)











































