Turunnya harga minyak saat ini di level US$ 42 per barel memicu pelepasan saham-saham tambang dan energi. Saham Bumi Resources bahkan anjlok hingga mentok terkena auto rejection.
Pada penutupan perdagangan saham Kamis (8/1/2009) IHSG turun 18,809 poin (1,32%) menjadi 1.402,661. Pada sesi I, IHSG sempat terpangkas 24,269 poin (1,71%) menjadi 1.397,201.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa saham Asia rontok pada penutupan hari ini seperti Hang Seng turun 3,81%, KOSPI turun 1,83%, Nikkei turun 3,93%, Shanghai turun 2,38%, STI Singapura turun 2,57% dan Taiwan turun 5,3%.
Sentimen negatif sedang membayangi masing-masing bursa regional. Bursa saham dilanda aksi penjualan saham saham-saham perbankan karena para investor yang pesimistis pada pertumbuhan pendapatan bank-bank tersebut. Sedangkan Bursa Saham India anjlok tajam akibat munculnya skandal keuangan Satyam Computer Services. Sedangkan di lantai Bursa Efek Indonesia juga digelayuti masalah penggelapan dana nasabah yang dilakukan Sarijaya Permana Sekuritas.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 38.252 kali, dengan volume 1,863 miliar saham, senilai Rp 1,536 triliun. Sebanyak 40 saham naik, 82 saham turun dan 54 saham stagnan. Â
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 70 menjadi Rp 700, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 75 menjadi Rp 2.525, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 2.000, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 70 menjadi Rp 1.160, dan Timah (TINS) turun Rp 40 menjadi Rp 1.180. Â
Sedangkan saham-saham yang masih naik harganya antara lain, Indosat (ISAT) naik Rp 300 menjadi Rp 5.850, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 60 menjadi Rp 2.010 dan Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 7.000. (ir/qom)











































