Review IHSG: Terseret Pertambangan dan Agri

Review IHSG: Terseret Pertambangan dan Agri

- detikFinance
Kamis, 08 Jan 2009 16:47 WIB
Review IHSG: Terseret Pertambangan dan Agri
Jakarta - IHSG lagi-lagi ditutup melemah di tengah lesunya bursa regional. Saham-saham sektor pertambangan dan agribisnis memberi kontribusi paling besar dalam pelemahan IHSG hari ini.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (8/1/2009) IHSG turun 18,809 poin (1,32%) menjadi 1.402,661. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 38.252 kali, dengan volume 1,863 miliar saham, senilai Rp 1,536 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa global kembali ditutup melemah seiring semakin dalamnya resesi global yang memicu berkurangnya profit, pengangguran di AS yang diestimasikan akan meningkat dan harga komoditas yang anjlok (minyak kembali ke US$ 42/barrel). Hang Seng-3,81%, Nikkei-3,93%, dan Taiwan Taiex-5,30% (ekspor Taiwan Desember08 -41,9% YoY, walaupun neraca perdagangannya masih surplus US$186 milliar +22% YoY).

IHSG sendiri bergerak sangat fluktuatif dan akhirnya ditutup di level 1.402 (-1,32%) dengan trading value mencapai Rp1,5 trilliun (terendah dalam tahun 2009).

Sektor mining dan agri menjadi penyumbang terbesar dalam rontoknya indeks hari ini terkait turunnya harga minyak dan harga palm oil sampai ke level RM1.899/ton.

Sedangkan dari saham sejuta umat, BUMI lagi-lagi ditutup melemah 9,09% dalam tiga hari berturut-turut. Hal ini tak lepas dari akuisisi BUMI atas saham Pendopo Coal Ltd sebesar 89% senilai Rp1,3 trilliun atau US$ 118 juta, di mana Pendopo Coal Ltd ini disinyalir masih terafiliasi dengan grup Bakrie.

ISAT yang selama dua hari terakhir ini melemah akhirnya ditutup menguat 300 poin ke level Rp5.850 di balik pernyataan Bappepam LK bahwa Qtel telah mendaftarkan pelaksanaan Tender Offer perseroan yang akan digelar pada 16 Januari 2009 atau pekan mendatang.Β  Beberapa saham blue chip yang merupakan top gainer hari ini adalah ISAT +5,4%, PGAS +3,07%, dan BBNI +2,70%.

(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads