Tunas Financindo Naik Peringkat

Tunas Financindo Naik Peringkat

- detikFinance
Kamis, 08 Jan 2009 16:59 WIB
Tunas Financindo Naik Peringkat
Jakarta - Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Tunas Financindo Sarana (TUFI) untuk perusahaan dan obligasinya dari A- menjadi A. Kenaikan peringkat ini karena adanya dukungan yang kuat dari pemegang saham pengendali Bank Mandiri.

Peringkat itu untuk Obligasi IV/2007 senilai Rp 600 miliar dan obligasi V/2008 senilai Rp 600 miliar dari.

Dalam siaran pers Pefindo Kamis (8/1/2009) dikatakan perigkat-peringkat tersebut mencerminkan dukungan dari Bank Mandiri sebagai pemegang saham pengendali yang baru, posisi bisnis yang mantap dalam industri serta kinerja keuangan yang sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian peringkat-peringkat tersebut diperlemah oleh peningkatan risiko bisnis akibat kondisi ekonomi terkini yang tidak baik. Peringkat ini berlaku untuk periode23 Desember 2008 – 1 Januari 2010.

TUFI didirikan pada tahun 1985 sebagai divisi kredit PT Tunas Ridean Tbk (Group), untuk mendukung penjualan kredit bisnis otomotifnya. Seiring dengan perkembangan bisnis, TUFI memperoleh izin sebagai perusahaan pembiayaan pada tahun 1989 dan selanjutnya beroperasi secara mandiri dengan nama PT Tunas Financindo Sarana pada tahun 2000.

Perusahaan memiliki fokus bisnis pada pembiayaan konsumen untuk mobil dan motor baik yang baru maupun bekas. Pada akhir kuartal ketiga tahun 2008, TUFI memliki 995 karyawan dan 34 cabang yang berlokasi di beberapa kota-kota besar di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2008, TUFI dimiliki oleh PT Tunas Ridean Tbk (75%) dan PT Tunas Mobilindo Parama (25%). Akan tetapi, berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Tunas Ridean, Tbk, BMRI akan menguasai 51% saham TUFI, sementara PT Tunas Ridean Tbk akan menguasai 49% saham TUFI.

Status hukum akusisi ini masih menunggu persetujuan dari Bank Indonesia. Lebih jauh lagi, ada kemungkinan besar bahwa satus hukum akuisisi ini akan disetujui oleh Bank Indonesia pada Januari 2009.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads