Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada saham tambang dan energi karena terus menyusutnya harga minyak dunia yang kini di level US$ 41 per barel. Saham perbankan juga akan menjadi perhatian karena tahun ini kredit diperkirakan melambat dibanding tahun lalu.
IHSG pada perdagangan saham Jumat (9/1/2009) akan mengikuti gerak bursa regional yang kemungkinan bisa rebound setelah penurunan tajam di dua hari terakhir. Indeks Nikkei Jepang pada Jumat pagi ini dibuka menguat tipis 1,63% atau 56,29 poin menjadi 8.9327,1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham bergerak variatif setelah munculnya kabar bahwa Citigroup Inc setuju untuk mendukung upaya pemerintah untuk mencegah penyitaan rumah. Citigroup dilaporkan setuju untuk memberikan keringanan bagi para debitor yang sedang kesulitan.
Pada perdagangan Rabu (8/1/2009), indeks Dow Jones ditutup melemah 27,24 poin (0,31%) ke level 8.742,46. Namun indeks Standard & Poor's 500 ditutup menguat 3,08 poin (0,34%) ke level 909,73 dan Nasdaq menguat 17,95 poin (1,12%0 ke level 1.617,01.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (8/1/2009) IHSG turun 18,809 poin (1,32%) menjadi 1.402,661.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
IHSG kemarin kembali melemah (-1.32%) didorong oleh penurunan saham berbasis komoditas menyusul anjloknya harga minyak mentah dunia. Melemahnya demand akan komoditas sebagai dampak terjadinya resesi global. Secara teknikal, terlihat kecenderungan membentuk pola konsolidasi baru. IHSG hari ini kami perkirakan akan bergerak mixed pada kisaran support-resistance 1.380-1.415.
Optima Securities
Aksi profit taking menekan indeks 18 poin (1,3%) menjadi 1.402 seiring melemahnya bursa Asia seperti Hang Seng -3,81% dan Nikkei -3,9%. Tertekannya saham sektor pertambangan akibat anjloknya harga minyak cukup menjadi sentimen negatif bagi bursa. Meskipun melemah namun level 1.370 belum tertembus menandakan koreksi yang terjadi masih dalam batas wajar dan sehat. Pergerakan indeks selanjutnya di level 1.370-1.420 dengan pilihan saham: ISAT, PGAS, INDF, ASII dan BUMI.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin akhirnya mencatatkan koreksi terbesar selama 3 minggu terakhir setelah ditutup terkoreksi -1,3% meski
masih mampu bertahan di level 1402,6. Sektor Agri, Mining, Finance dan Misc Industries menjadi pendorong terkoreksinya indeks selain kembali 'mentok'nya BUMI (-9,1%) terkait isu corporate governance dan transpanrasi dari ketiga aksi akuisisinya. Trading value kembali menyusut menjadi hanya Rp1,5 triliun.
Bursa US sendiri semalam bergerak mixed dengan penguatan pada saham-saham sektor teknologi dan melemahnya sektor konsumer dan retail. Wall-Mart Stores Inc. Kembali menyatakan potensi penurunan kinerja seiring melemahnya purchasing power masyarakat US. Sektor housing mendapat pencerahan setelah Citigroup dan Democrat lawmakers menyepakati beberapa modifikasi dalam kontrak kredit perumahan untuk menghindari gagal bayar yang lebih parah. Indeks Dow melemah tipis -0,3%, S&P500 +0,3% dan Indeks Teknologi Nasdaq +1,1%. Sementara mayoritas bursa Asia dibuka melemah tipis pada perdagangan hari ini, Nikkei -0,6%, STI -0,3%, KOSPI -2%.
Bursa Indonesia diperkirakan akan bergerak sideways pada perdagangan hari ini seiring mulai meredanya tekanan aksi profit taking dari investor. Minimnya sentimen selain pergerakan bursa Global akan membuat investor sedikit enggan masuk ke bursa. Namun sentimen negatif akan datang dari saham Grup Bakrie, terutama BUMI yang diperkirakan akan kembali tekoreksi tajam hari ini, seiring semakin banyaknya rekomendasi jual dari broker-broker asing. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1380 - 1425.
(ir/ir)











































