Wall Street Belum Juga Pulih

Wall Street Belum Juga Pulih

- detikFinance
Sabtu, 10 Jan 2009 08:57 WIB
Wall Street Belum Juga Pulih
New-York - Saham-saham di Wall Street kembali bergerak melemah setelah data pemerintah menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja masih memburuk selama Desember.

Data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa angka PHK mencapai 2,6 juta tenaga kerja selama 2008, dengan 1,9 juta diantaranya terjadi selama 4 bulan terakhir di 2008.

Ini adalah angka PHK tahunan terbesar sejak tahun 1945. Angka terbesar PHK terjadi pada Desember sebanyak 524.000, yang menyebabkan angka pengangguran di AS mencapai 7,2% atau yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data itu sekaligus semakin memperburuk outlook kinerja emiten kedepan, dan sekaligus menjadi pertanda bahwa resesi semakin dalam.

"Musim laporan keuangan akan menjadi sulit. Saya kira kemungkinan pasar khawatir tentang hal lainnya," ujar Marc Pado, analis dari Cantor Fitzgerald seperti dikutip dari AFP, Sabtu (10/1/2009).

Pada perdagangan Jumat (9/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah hingga 143,28 poin (1,64%) ke level 8.599,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 19,38 poin (2,13%) ke level 890,35 dan Nasdaq melamah 45,42 poin (2,81%) ke level 1.571,59.

Sepanjang pekan ini, Dow Jones turun hingga 4,8%, Nasdaq turun 3,7% dan S&P 500 juga turun 4,4%.

Volume perdagangan masih sangat tipis, yakni di New York Stock Exchange hanya 1,16 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi hanya 1,93 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.

Investor kini terus menunggu perkembangan dari paket stimulus ekonomi yang akan diumumkan presiden terpilih Barack Obama. Termasuk di dalam stimulus itu adalah pengurangan pajak dan tambahan investasi yang diperkirakan mencapai US$ 775 miliar.

"Pilihan bagi presiden sangat mudah: pemulihan atau depresi," ujar Peter Morici, ekonom dari University of Maryland. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads