Awal pekan ini, IHSG pada perdagangan Senin (12/1/2009) diprediksi akan fluktuatif yang bergerak dari jalur merah dan jalur hijau secara bergantian. Saham yang akan jadi perhatian pelaku pasar adalah Bumi Resources (BUMI) karena aksi akuisisi yang dilakukannya mengundang banyak pertanyaan.
Bursa saham regional juga nampaknya belum terlalu bersemangat karena melihat penutupan Wall Street akhir pekan lalu yang masih melemah. Sementara indeks utama Asia, Nikkei Jepang hari ini tutup karena libur nasional dan baru akan buka lagi Selasa besok (13/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa angka PHK mencapai 2,6 juta tenaga kerja selama 2008, dengan 1,9 juta diantaranya terjadi selama 4 bulan terakhir di 2008.
Ini adalah angka PHK tahunan terbesar sejak tahun 1945. Angka terbesar PHK terjadi pada Desember sebanyak 524.000, yang menyebabkan angka pengangguran di AS mencapai 7,2% atau yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir.
Pada perdagangan Jumat lalu (9/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah hingga 143,28 poin (1,64%) ke level 8.599,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 19,38 poin (2,13%) ke level 890,35 dan Nasdaq melamah 45,42 poin (2,81%) ke level 1.571,59.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham, Jumat kemarin(9/1/2009) IHSG naik 14,009 poin (1%) menjadi 1.416,670.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
Sepanjang pekan lalu IHSG bergerak menguat +4,52% ditengah kondisi bursa regional yang sangat fluktuatif. Menguatnya pergerakan IHSG didorong oleh beberapa sentimen positif seperti deflasi yang terjadi pada bulan Desember, serta penurunan suku bunga BI Rate sebesar 50 bps. Menguatnya harga minyak mentah, yang diikuti reboundnya harga komoditas metal dan CPO mendorong naiknya saham pertambangan dan perkebunan. Saham dari kedua sektor ini menjadi pendorong naik indeks pekan lalu.
Sementara pekan ini IHSG kami perkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Saham komoditas kami perkirakan masih akan menjadi pengerak indeks. Harga minyak diproyeksikan masih akan fluktuatif menyusul situasi geopolitik di Jalur Gaza yang masih memanas. Selain itu, investor juga perlu mencermati beberapa data makro ekonomi penting dari AS, antara lain unemployement rate, retail sales, dan consumer
price index. Dari dalam negeri yang perlu diperhatikan adalah keputusan pemerintah terkait penurunan harga BBM (12 Jan), serta penyelesaian kasus Sarijaya Sekuritas. Kami perkirakan IHSG pekan depan akan bergerak mixed dengan kisaran support-resistance 1.370-1.450.
eTrading Securities
Dow kembali tertekan akhir pekan kemarin, -1,6% menjadi 8.599 level terendah di sepanjang tahun ini. Menghapus semua point yang dibubuhkan di awal tahun perdagangan 2009. Investor pesimis dengan data penganguran yang di perkirakan kan lebih besar dari data yang ada. Investor pesimis dengan pendapatan 2009. Penurunan Minyak yang sempat kembali ke level di bawah US$ 40 membuat market komoditas juga terkena dampak aksi jual.
Harga komoditas awal pekan ini rata-rata turun Nickel – 8%, Tin -6% dan Crude Oil -1.2%. Pada saat bersamaan CPO dan Batu-bara Newc di pedagangkan naik masing-masing +3%. Di awal tahun permintaan komoditas cenderung lebih tinggi, trend dari cyclical tahun perdagangan. Harga komoditas juga sangat berpengaruh dengan pergerakan US Dollar, atau cenderung bergerak negatif kolerasi.
Indonesia, Akhir pekan kemarin ditutup menguat 1% di level 1.416.7 dengan nilai transaksi yang sangat tipis sekitar Rp1,6 triliun. Saham IHSG rata-rata mixed kemarin dengan kecenderungan menguat pada sektor interest-rate sensitive. Saham Property, seperti CTRA group membubuh kenaikan paling pesat di susul oleh SMRA. Saham ini sudah terkoreksi sangat dalam, atau terbanyak dari semua pemain property. Sementara saham property yang paling di-favorit rata-rata investor ritel, melawan arus terkoreksi sampai kelevel AR (Auto Rejection) -10% menjadi Rp63/saham. Gejolak yang terjadi di halaman Group Bakrie menyebar kepada rata-rata saham yang berhubungan meskipun memiliki fundamental baik dan tergolong discount namun investor melihat banyaknya resiko di masa depan.
Tahun ini seharunya menjadi tahun suku bunga dan tahun Rupiah terdapat USD. Sektor favorite eTrading Research masih pada sektor, Infra, consumer dan Property. Hari ini Indek di perkirakan akan bergerak sejalan dengan pergerakan regional.
(ir/ir)











































