Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Waskita M Choliq di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (12/1/2009).
"Rasanya IPO tidak memungkinkan dilakukan tahun ini. Menurut saya tahun 2010 baru bisa," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas di tahun 2009 IPO belum tentu tayang. Kita lihat marketnya seperti apa lalu kita pikirkan lagi. Tapi tidak ada batasan waktu untuk IPO," katanya.
Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan berencana melepas kepemilikan saham sebanyak 30-35 persen dengan target raupan dana sekitar Rp 600 miliar.
Sedangkan mengenai belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan di tahun 2009, ia menyebutkan sekitar Rp 20 miliar. "Nilainya sedikit naik daripada tahun lalu, karena kebutuhan kita juga naik. Semua sumber dananya semua dari kas internal," ucapnya.
(ang/ir)











































