Hal ini dikatakan oleh Ketua PPATK Yunus Hussein ketika ditemui di acara HUT ke 62 BPK RI di Gedung BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (12/1/2009).
"Kemarin kan penyidikan dari Bareskrim, mereka sudah menahan, mereka (Bareskrim)yang blok rekening. Nah Bareskrim ini kerjasama dengan Direktorat II PPATK," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya pastinya investor jadi berpikir kok banyak sekali uang yang dibawa lari, belum lagi ada kasus Antaboga. Sebelumnya juga ada Bank Global, jadi kurang baiklah kesannya bagi pasar modal kita untuk kepercayaan investor," tuturnya.
Demikian juga menjelang Pemilu di tahun ini, Yunus mengatakan PPATK sudah bekerjasama dengan Banwaslu. "Kita minta semua Parpol, caleg nomor rekeningnya. Tapi belum dapat, kita siap membantu," tukasnya.
Seperti diketahui, BEI telah melakukan suspensi atas SPS terkait penggelapan dana yang dilakukan komisaris utamanya, Herman Ramli dan juga pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD).
Sarijaya termasuk salah satu sekuritas besar dengan nasabah mencapai sekitar 8.700, dimana 6.500 merupakan nasabah ritel. Mabes Polri sebelumnya juga menyatakan, kerugian akibat penggelapan dana nasabah Sarijaya yang dilakukan pemiliknya Herman Ramli sudah mendekati Rp 300 miliar. Versi BEI, dana yang digelapkan mencapai Rp 245 miliar.
(dnl/ir)











































