Tekanan terhadap saham-saham energi akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (13/1/2009) masih melenggang bebas ke teritori positif.
Namun pelaku pasar berharap penurunan harga premium dan solar yang kini harganya sama menjadi Rp 4.500 per liter dapat memacu saham-saham otomotif dan konsumer. Penurunan harga BBM juga akan memangkas inflasi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Senin (12/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 125,13 poin (1,46%) ke level 8.474,05. Indeks Standard & Poor's 500 turun 20,09 poin (2,26%) ke level 870,26 dan Nasdaq melemah 32,80 poin (2,09%) ke level 1.538,79.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (12/1/2009) IHSG turun 10,117 poin (0,71%) menjadi 1.406,553.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup melemah -0,71% didorong oleh anjloknya bursa regional menyusul sentimen negatif dari data angka pengangguran di Amerika yang menembus level 7%. Selain sentimen regional penurunan indeks didorong oleh anjloknya harga minyak mentah serta terus melemahnya harga saham BUMI. Untuk tiga hari berdagangan berturut-turut, BUMI ditutup menyentuh batas auto rejection bawah. Meski berpeluang untuk mengalami teknikal rebound akan tetapi akibat minimnya sentimen positif, menyebabkan indeks masih sulit untuk bergerak naik. Kisaran support-resistance
1.370-1.420.
Optima Securities
Pada perdagangan awal pekan, indeks melemah 10 poin (0,7%) menjadi 1.406 di tengah tekanan bursa regional seperti Hang Seng -2,8% dan Nikkei -0,4%. Pengumuman BBM diharapkan menjadi katalis penguatan indeks khususnya sektor yang sensitif seperti otomotif, operator jalan tol dan kebutuhan konsumen. Pergerakan indeks diperkirakan masih flat dikisaran 1.370-.1430 dengan pilihan saham: ASII, BBRI, INDF, UNVR, dan
JSMR.
eTrading Securities
Dow kembali tergelincir semalam, -1,5% menjadi 8.473,97 level terendah baru tahun ini. Pengerak terbesar di sumbang dari sektor keuangan dan komoditas. Investor masih pesimis dengan pendapatan di tahun 2009 ini. Penurunan proyeksi laba akan menjadi pemicu penurunan harga saham. Alcoa akan mencatat kerugian $1,2 miliar (-$1,49/saham) dari bisnis aluminium dari tahun sebelumnya laba $632 juta. Harga komoditas aluminium tergerus 56% sejak tertinggi Juli 2008. Saham Alcoa terjun bebas -7% atau telah tergerus 68% setahun terakhir. Sementara Citigroup memjadi pemicu penurunan Dow, -17% menjadi $5,6/saham, setelah pengumunan rencana penggabungan bisnis broker dengan Morgan Stanley (-1,4%) mendekati kesepakatan.
Crude Oil back to where it was, terjun $3/barrel dan menetap di level $37/barrel, ini adalah ayunan negatif bagi pasar komoditas. Pagi ini Nickel, Tin dan Gold relative stabil, namun CPO masih pada trend penguatan +3% menjadi RM1.998/ton. India menggunakan kesempatan dari harga CPO yang rendah untuk melakukan import dan untuk mengantisipasi bea masuk baru dari pemerintah. Pada Forex Rupiah cenderung melemah, atau menembus level Rp11.000/dollar.
Indonesia masih di selimuti sentiment negatif saham BUMI (-10% kemarin menjadi Rp570/saham). Ini mengingatkan pada akhir tahun 2008, ketika saham BUMI terkena imbas negatif, turun 70% ke level Rp680/saham. Masalah yang semakin rumit memicu sentiment negatif kepada investor. Komoditas hari ini di perkirakan akan tertekan, meskipun di harapkan akan sedikit stabil pada konter CPO.
Economi indonesia di yakini bisa terdorong dari ekonomi national sendiri, Pemerintah baru mengumumkan untuk menurunkan harga jual BBM subsidy, Listrik dan Tarif transportasi. Ini bisa mengakibatkan deflasi kembali terjadi. Mentri keuangan memperkirakan 0,6% deflasi di jan-09. Namun stimulasi untuk meningkatkan daya beli dari penurunan harga bisa berakhir dengan inflasi yang tinggi. (ir/ir)











































