Dampak penurunan harga premium dan solar belum terlalu terasa di lantai bursa. Justru turunnya harga minyak dunia di New York yang kini US$ 37 per barel membuat saham-saham tambang tertekan.
Ditambah sentimen negatif saham BUMI atas kebijakan akuisisi atas 3 perusahaan yang dinilai terlalu mahal. Saham BUMI jeblok kepentok auto rejection yang membuatnya berada di posisi terendah sejak 2003.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 turun 3,746 poin (1,33%) menjadi 276,946 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,105 poin (2,21%) menjadi 225,856.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 45.841 kali, dengan volume 1,646 miliar unit saham, senilai Rp 1,729 triliun. Sebanyak 40 saham naik, 88 saham turun dan 42 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 520, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 75 menjadi Rp 2.025, Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 6.750, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 225 menjadi Rp 2.375, Indofood Sukses Makmur (INDF) turun Rp 10 menjadi Rp 1.100 dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 70 menjadi Rp 1.150.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 menjadi Rp 2.080, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 2.950 dan Adaro Energy (ADRO) naik Rp 110 menjadi Rp 660.
Sementara bursa saham Asia kebanyakan ditutup melemah seperti Hang Seng turun 2,17%, Nikkei turun 4,79%, Shanghai turun 1,95%, STI Singapura turun 0,4%. Sedangkan KOSPI naik 0,95% dan Taiwan naik 1,76%.
(ir/qom)











































