Demikian hal tersebut diungkapkan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/1/2008).
"Baru Semen Gresik yang laporkan untuk melanjutkan buy back, PGN juga," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semen Gresik akan segera lakukan RUPS untuk meminta persetujuan pemegang saham," ungkapnya.
Menurutnya, walaupun kedua perseroan tersebut sudah berniat untuk kembali melakukan buy back, keputusan akhir tetap berada di kesepakatan para pemegang saham.
"Kalau bukan perusahaan terbuka kan tinggal persetujuan saya saja," katanya.
Program buyback yang dilakukan kedua BUMN itu dinilai akan menguntungkan perusahaan, karena sahamnya dibeli pada harga yang cukup rendah. Saham hasil buy back tersebut masuk ke dalam treasury stock masing-masing dan dapat dilepas kembali sesuka hati.
Berdasarkan Data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) per 7 Januari 2009, Semen Gresik telah merealisasikan buy back hingga Rp 192,68 miliar dari rencana Rp 1 Triliun. Sedangkan PGN telah merealisasikan dana buy back Rp 2,5 miliar dari rencana Rp 450 miliar.
(ang/lih)











































