"MSN tidak jadi kami terbitkan. Karena kami membayar 3 akuisisi tersebut dengan mencicil," jelas Presiden Direktur BUMI, Ari Saptari Hudaya dalam paparan di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
Sebelumnya, BUMI berencana menerbitkan Medium Term Notes senilai Rp 6 triliun. Rencana tersebut kemudian diubah menjadi rencana penerbitan MSN senilai sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BUMI baru saja menandatangani perjanjian akuisisi 80% saham Zurich Asset Investments senilai Rp 2,412 triliun, 76,8% saham PT Fajar Bumi Sakti senilai Rp 2,475 triliun dan 84% saham PT Pendopo Energi Batubara senilai Rp 1,304 triliun.
Sebelumnya pelaku pasar sangsi BUMI dapat bertahan dengan aksi senilai Rp 6,191 triliun tersebut dengan alasan, beban keuangan yang diterima BUMI diperkirakan akan sangat besar.
Menanggapi hal tersebut, Ari mengatakan perseroan tidak akan memiliki masalah pendanaan.
"Mekanisme pendanaan akan dilakukan dengan mencicil, sehingga tidak mengganggu kinerja BUMI," jelas Ari.
Mekanisme pendanaannya, pembayaran pertama akan dibayar hanya senilai Rp 492,997 miliar. Tahun pertama akan dibayar sebesar Rp 1,015 triliun. Tahun kedua akan dibayar Rp 3,122 triliun. Terakhir, pada tahun ketiga akan dilunasi sisanya sebesar Rp 1,561 triliun.
"Dengan pembayaran selama 3 tahun itu, perhitungan kami, kontribusi 3 perusahaan sudah masuk dalam pembukuan BUMI. Sehingga tidak akan memberatkan kinerja keuangan BUMI," jelas Ari. (dro/ir)











































