"Kita sedang mengincar pasok batubara ke proyek-proyek power plant baru di India," ungkap Presiden Direktur BUMI, Ari Saptari Hudaya dalam paparan di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
Menurut Ari, salah satu rencana ekspansi BUMI ke depan adalah mensinergikan kerja sama dengan Tata Power Company, pemegang 30% saham KPC dan Arutmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Ari melanjutkan, BUMI berupaya menambah cadangan batubara untuk meningkatkan produksi. Salah satunya dengan akuisisi dua perusahaan batubara yang baru saja dilakukan perseroan.
"Salah satu tujuan akuisisi adalah untuk mengejar pasok batubara ke proyek power plant di India," jelas Ari.
BUMI baru saja mengakuisisi 76,8% saham PT Fajar Bumi Sakti senilai Rp 2,475 triliun dan 84% saham PT Pendopo Energi Batubara senilai Rp 1,304 triliun.
Mengenai pendanaan rencana ekspansi ke depan, termasuk ke India, Ari mengatakan, Tata akan ikut menanamkan dana sesuai dengan porsi kepemilikan saham Tata di KPC dan Arutmin.
"Tata akan ikut mendanai ekspansi BUMI ke depan. Jumlahnya belum," jelas Ari.
(dro/ir)











































