"Kami akan menerbitkan CB senilai Rp 4,26 triliun bulan ini," ujar Direktur BNBR, Ari Saptari Hudaya dalam paparan di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
Ari mengatakan, CB tersebut akan diterbitkan kepada Northstar Pacific Partners Ltd. Pada akhir tahun 2008, Northstar telah menalangi utang BNBR kepada Oddickson Finance senilai US$ 575 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BNBR tidak dapat melunasi utang tersebut. Oleh karena itu, Northstar menalangi sisa utang BNBR kepada Oddickson sebesar US$ 575 juta.
Aset-aset yang dijaminkan ke Oddickson pun kini beralih ke Northstar. Jumlah aset saham yang dipegang Northstar juga sudah berubah lantaran ada yang sudah di top up dan ada juga yang sudah dilepas ke pasar oleh Oddickson.
Sisa aset-aset BNBR yang kini dipegang Northstar terdiri dari 14,98% saham BUMI, 11,92% saham ELTY, 43,2% saham ENRG, 8,03% saham UNSP dan 24,86% saham BTEL.
"Untuk aset saham BUMI yang dipegang Northstar telah kita bentuk Special Purpose Vehicle untuk membahas berapa yang akan dipegang BNBR, berapa yang akan diambil Northstar," jelas Ari.
Sementara untuk aset-aset ELTY, ENRG, UNSP dan BTEL yang kini dipegang Northstar akan dikembalikan kepada BNBR.
"Mekanismenya dengan menggunakan CB," ujar Ari.
Ari mengatakan, utang BNBR pada Northstar sebesar US$ 575 juta. Setelah dikurangi saham BUMI yang kini ditangani BNBR bersama Northstar dalam SPV, sisa hutang yang harus dilunasi BNBR ke Northstar sebesar Rp 4,26 triliun.
"Kita harus lunasi hutang tersebut agar aset-aset yang dipegang Northstar (kecuali BUMI) dapat kita miliki kembali," jelas Ari.
Oleh karena itu, BNBR akan menerbitkan CB senilai Rp 4,26 triliun kepada Northstar. Saat ini pembahasan sedang dilakukan kedua belah pihak. Namun rencananya, CB akan diterbitkan Januari 2009.
"Jatuh tempo CB kira-kira Mei 2009," ujar Direktur Keuangan BNBR, Yuanita Rohali.
Yuanita mengatakan, setelah CB jatuh tempo bulan Mei 2009, CB akan dikonversi menjadi 38,7-42,6 miliar saham BNBR atau sekitar 29,2%-31,25% saham BNBR.
"Harga eksekusi CB sekitar Rp 100-110 per saham," jelas Yuanita. (dro/ir)











































