BTN Paling Cepat IPO Kuartal IV-2009

BTN Paling Cepat IPO Kuartal IV-2009

- detikFinance
Rabu, 14 Jan 2009 15:32 WIB
BTN Paling Cepat IPO Kuartal IV-2009
Jakarta - Rencana PT Bank Tabungan Negara (BTN) untuk melepaskan sahamnya di pasar modal melalui mekanisme IPO (Initial Public Offering) paling cepat akan dilakukan pada kuartal IV-2009.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama BTN Iqbal Latanro saat ditemui disela-sela diskusi Menara BTN, Jakarta, Rabu (14/1/2009).

"Rencana (IPO) tetap jalan, tapi kita tahu kondisi pasar masih tidak mendukung. Targetnya akhir tahun, kuartal IV-2009 kalau kondisi memungkinkan, besarannya masih 30%," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang rencana IPO ini mundur dari target awalnya di 2008, yang disebabkan karena gejolak yang terjadi di pasar modal akibat krisis keuangan global yang terjadi.

Sementara mengenai sekuritisasi aset kredit KPR-nya dengan kerjasama bersama SMF, Iqbal mengatakan semua persiapan sudah siap dilakukan.

"Bulan ini nampaknya sudah bisa, tapi tidak langsung Rp 500 miliar, paling Rp 100 miliar lebihlah," ujarnya.

Iqbal mengatakan sepanjang tahun 2008 pencapaian kinerja perseroan cukup baik, dimana laba dipastikan akan lebih besar dari pencapaian di 2007, namun Iqbal belum bisa mengatakan angka pastinya. "Di 2009 nampaknya pertumbuhan laba akan kecil, sebagai dampak gejolak ekonomi yang terjadi," imbuhnya.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) di 2008 mencapai pertumbuhan 120%, dan kredit juga meningkat sekitar 14,3% dibandingkan pencapaian 2007.

Selain itu, di tahun 2009 dengan kondisi gejolak ekonomi yang terjadi, Iqbal mengatakan perseroan akan lebih berhati-hati dalam mengucurkan kreditnya.

"Di 2009 kita akan tetap ekspansi, tapi debitur yang akan kita berikan kredit adalah debitor-debitor yang kemampuannya tetap atau meningkat. Kredit memang hal yang kita inginkan, tapi harus tetap berkualitas," paparnya.

Dijelaskannya, perseroan akan melakukan analisa yang lebih mendalam lagi dalam pengucuran kreditnya. "Kita lihat pembelian properti di 2009 masih meningkat, atau demand-nya masih berjalan," tukasnya.
 
 

(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads