Saham-saham Terus Berjatuhan di Wall Street

Saham-saham Terus Berjatuhan di Wall Street

- detikFinance
Kamis, 15 Jan 2009 06:53 WIB
Saham-saham Terus Berjatuhan di Wall Street
New-York - Saham-saham di Wall Street terus berjatuhan selama 6 hari berturut-turut dipicu oleh kekhawatiran akan nasib sektor finansial dan data penjualan ritel yang semakin menguatkan dalamnya resesi.

Pada perdagangan Rabu (14/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 248,42 poin (2,94%) ke level 8.200,14. Indeks Standard & Poor's 500 juga anjlok 29,17 poin (3,35%) ke level 842,62. Nasdaq turun hingga 56,82 poin (3,67%) ke level 1.489,64.

"Penurunan kali ini sangat tajam dan meluas karena 95% saham emiten di indeks S&P 500 turun, sementara 30 komponen Dow Jones juga mencatat penurunan hingga terendah sejak 1 Desember," ujar analis dari Briefing.com seperti dikutip dari AFP, Kamis (15/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu yang membawa sentimen negatif adalah laporan yang ditulis Wall Street Journal tentang keinginan pemerintah AS untuk memperpanjang bantuan talangan kepada Bank of America. Kabar tersebut langsung membuat saham Bank of America anjlok hingga 6%.

Seperti dikutip dari Reuters, kekhawatiran tentang nasib sektor perbankan juga terjadi setelah analis Morgan Stanley memperkirakan bahwa HSBC kemungkinan memangkas dividen hingga separuhnya, sekaligus memerlukan tambahan modal US$ 30 miliar. Sementara Deutsche Bank melaporkan kerugian lebih dari US$ 6 miliar pada kuartal lalu.

Wall Street diperburuk oleh data penjualan ritel yang masih saja anjlok 2,7% selama Desember seiring melemahnya ekonomi yang mengerus daya beli konsumen.

"Tekanan jual juga dipicu oleh anjloknya sektor finansial, dan diperburuk oleh penurunan penjualan ritel yang lebih buruk dari perkiraan," jelas analis dari Charles Schwab & Co.

Saham Apple Inc juga melorot setelah chief executive-nya, Steve Jobs mengatakan akan cuti untuk mendapatkan perawatan kesehatan hingga Juni. Pernyataan Jobs soal masalah kesehatannya yang ternyata lebih kompleks ini langsung membuat saham Apple anjlok hingga 10%.

Demikian pula saham-saham energi yang terus melemah setelah harga minyak makin tertekan. Saham Eccon Mobil turun hingga 3,6%, Chevron turun 3% sekaligus masuk daftar saham-saham yang turun terbesar di Dow Jones.

Harga minyak kemarin tercatat masih belum bergerak di bawah US$ 40 per barel. Minyak jenis light untuk pengiriman Februari turun 50 sen ke US$ 37,28 per barel. Sementara minyak jenis Brent naik 25 sen ke lecel US4 45,08 per barel.

Perdagangan masih sangat tipis, di New York Stock Exchange hanya 1,42 miliar saham di bawah rata-rata tahun lalu 1,9 miliar dan di Nasdaq mencapai 1,94 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,17 miliar.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads