IHSG Butuh Sentimen Segar

IHSG Butuh Sentimen Segar

- detikFinance
Kamis, 15 Jan 2009 07:57 WIB
IHSG Butuh Sentimen Segar
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan yang membuatnya harus berjuang keras ke zona hijau. Listing saham PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) hari ini diharapkan bisa jadi angin segar.

Alfamart akan melakukan pencatatan saham pada hari ini yang merupakan emiten saham pertama di Bursa Efek Indonesia tahun 2009 di tengah labilnya kondisi pasar saham.

Pelaku pasar juga masih fokus terhadap saham Bumi Resources yang terus mengalami tekanan karena Bapepam LK dan otoritas bursa mempertanyakan mahalnya harga akuisisi terhadap tiga perusahaan yang dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alhasil, pada perdagangan saham Kamis (15/1/2009) IHSG diprediksi akan bergerak terbatas dan cenderung melemah, apalagi jika listing saham Alfamart gagal memberikan sentimen positif.

Sementara bursa saham Nikkei Jepang Kamis pagi ini dibuka melemah 4,24% atau 357,48 poin ke posisi 8.080,97. Begitu juga dengan indeks KOSPI Korea yang turun 44,21 poin (3,7%) ke level 1.138,47.

Penurunan bursa utama Asia itu mengekor pelemahan yang terjadi di Wall Street yang selama 6 hari berturut-turut terus mengalami kejatuhan. Penurunan saham di Wall Street karena dipicu kekhawatiran akan nasib sektor finansial dan data penjualan ritel yang semakin menguatkan dalamnya resesi.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (14/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 248,42 poin (2,94%) ke level 8.200,14. Indeks Standard & Poor's 500 juga anjlok 29,17 poin (3,35%) ke level 842,62. Nasdaq turun hingga 56,82 poin (3,67%) ke level 1.489,64.

Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (14/1/2009) IHSG turun 12,827 poin (0,92%) menjadi 1.386,906.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

IHSG bergerak melemah di tengah reboundnya bursa regional. Penurunan indeks salah satunya dipengaruhi oleh profit taking terhadap saham consumer goods dan perbankan juga turut menekan pergerakan indeks. Selain itu pergerakan saham BUMI yang volatile, hingga kembali menyentuh batas bawah auto rejection memberikan sentimen negatif bagi indeks. Secara teknikal, terlihat pergerakan indeks membentuk pola sideways (non-trend). Kisaran support-resistance 1.358-1.416.

Optima Securities

Teknikal rebound bursa regional belum mampu mendorong indeks ke zona positif sehingga terkoreksi 12 poin (1%) menjadi 1.386. Tekanan terhadap saham BUMI masih cukup kuat sehingga kembali mengalami auto reject ke bawah. Pergerakan indeks diperkirakan masih melemah tipis dengan kisaran 1.370-1.410 dan pilihan saham: AALI, ISAT, BDMN, INCO, dan ADRO.

eTrading Securities

Bursa Indonesia kemarin kembali meneruskan koreksinya selama 3 hari berturut-turut meski sempat bergerak ke teritori positif pada sesi I perdagangan. Indeks ditutup terkoreksi 0,9% ke level 1386,9 dengan trading value hari itu mencapai Rp 2,07 triliun. BUMI menjadi 'bintang lapangan' pada perdagangan kemarin dengan menyumbangkan hampir separuh dari trading value kemarin. BUMI akhirnya kembali ditutup 'mentok' -9,6% ke level 470 meski pada sesi I sempat menguat ke level 550.

Sementara bursa US semalam kembali mengalami hari yang buruk setelah kembali mengalami koreksi dalam 6 hari berturut-turut selama 2009 ini. Bursa US diliputi pesimisme seputar kinerja emiten-emitennya selama 2008 mulai dari sektor keuangan, retail sampai energy-related yang diperkirakan akan mencatatkan kinerja yang buruk selama 2008. Anjloknya angka penjualan retail selama 'Holiday season' Desember sebesar -2,7% semakin menambah kekhawatiran pelaku pasar terkait lemahnya daya beli konsumen US seiring melonjaknya angka pengangguran ke level 7,2%. Dow Jones terkoreksi -2,94% ke titik terendah sejak 1 Desember, sementara S&P500 -3,3% dan Nasdaq -3,6%.

Bursa Asia sendiri pagi ini dibuka merosot tajam dengan penurunan rata-rata sekitar 3-4% memfaktorkan pesimisme di Bursa US dan Eropa kemarin. Merosotnya permintaan dari industri alat-alat berat Jepang juga membuat bursa Asia semakin terpuruk meski tidak diperparah oleh penurunan harga komoditas dimana minyak tetap steady di level US$37/barrel. Nikkei -3.8%, KOSPI -4%, Taiwan -4%, STI -2,3% dan AORD -3,2%.

Bursa Indonesia diperkirakan akan kembali mengalami hari yang berat hari ini seiring buruknya sentimen dari bursa Global. Indeks kami antisipasi akan melemah sekitar 2-3% pada perdagangan hari ini seiring profil bursa Indonesia yang lebih defensif terhadap sentimen di sektor keuangan & retail. Sektor mining diperkirakan akan mampu menahan laju penurunan indeks seiring investor akan memanfaatkan momentum koreksi hari ini untuk melakukan akumulasi. Rentang pergerakan indeks diperkirakan akan berada pada kisaran level 1335 - 1390.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads