"Kecil sekali 5 persen," kata sekretaris Menteri Negara BUMN, Said Didu usai pemberian penghargaan BPK kepada Pemerintah Pusat dan Daerah, di Auditorium BPK, Jalan Gatot Subroto,Jakarta, Kamis (15/1/2009).
Hampir semua perusahaan BUMN mengikuti program buy back semasa krisis itu kecuali Indofarma dan BUMN perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya lihat kondisinya, kelihatan masanya sudah selesai. Kan tidak ada regulasi lagi dari Bapepam. Kita tidak tahu kalau ada regulasi lagi, kita kaji lagi. Jadi gimana Bapepam saja, kalau Bapepam keluarkan regulasinya maka kita akan kaji lagi," katanya.
Ditanya apakah program buy back tersebut berguna, Said menjawab, "Efektif dalam menahan (kejatuhan harga)".
Perusahaan BUMN yang ikut program buy back semasa krisis adalah PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Timah Tbk (TINS), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Kimia Farma Tbk (KAEF).
(ir/qom)











































