Pada perdagangan Kamis (15/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 12,35 poin (0,15%) ke level 8.212,49. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik tipis 1,12 poin (0,13%) ke level 843,74 dan Nasdaq menguat 22,20 poin (1,49%) ke level 1.511,84.
Salah satu indikasi adanya respons untuk mengatasi resesi adalah persetujuan pemimpin partai Demokrat di DPR AS untuk menyetujui UU pemangkasan pajak dan belanja senilai US$ 825 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua berita buruk perbankan menekan Washington agar meloloskan paket stimulus secepatnya dan mungkin inilah yang membawa sedikit optimisme," jelas Hugh Johnson, chief investment Johnson Illington Advisors seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/1/2009).
Perdagangan berjalan aktif dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 1,65 miliar lembar, di bawah rata-rata tahun lalu sebesar 1,9 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,50 miliar di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,17 miliar.
Sementara harga minyak tercatat kembali turun setelah OPEC mengeluarkan proyeksi terbaru tentang menurunnya permintaan di 2009. Kontrak utama minyak jenis light pengiriman Februari turun 1,88 dolar ke level US$ 35,40 per barel. Sementara minyak jenis Brent pengiriman Februari juga turun 39 sen ke level US$ 44,69 per barel. (qom/qom)











































