Meski demikian setelah pelemahan yang terjadi terus menerus karena tekanan bursa saham regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (16/1/2009) punya peluang rebound terbatas.
Terlebih saham regional terutama Nikkei Jepang, pada Jumat pagi ini telah rebound hingga 43,412 poin (3,13%) menjadi 1.343,494, setelah pelemahan yang tajam pada Kamis kemarin hingga 4,9%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (15/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 12,35 poin (0,15%) ke level 8.212,49. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik tipis 1,12 poin (0,13%) ke level 843,74 dan Nasdaq menguat 22,20 poin (1,49%) ke level 1.511,84.
Salah satu indikasi adanya respons untuk mengatasi resesi adalah persetujuan pemimpin partai Demokrat di DPR AS untuk menyetujui UU pemangkasan pajak dan belanja senilai US$ 825 miliar.
Pelaku pasar dalam negeri juga akan fokus pada saham tambang terutama Bumi Resources yang terus tertekan pasca akuisisi 3 perusahaan yang dilakukannya.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (15/1/2009) IHSG terpangkas hingga 43,412 poin (3,13%) menjadi 1.343,494.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks melemah tajam 43 poin (3%) menembus support kuat di 1.370 menjadi 1.343 akibat sentimen negatif bursa Asia seperti Hang Seng turun 3,3% dan Nikkei anjlok 4,9%. Indeks terlihat berusaha menutup gap yang terjadi pada awal Januari di level 1.361-1.377. Dari indikator Williams sudah menandakan indeks masuk area overbought. Pergerakan indeks diperkirakan masih melemah dikisaran 1.300-1.370 dengan support kuat di 1.280 dan pilihan saham: UNVR, PNBN, PGAS, dan AALI.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kemarin kembali mengalami hari 'berdarah' dengan penurunan tertajam di tahun 2009 ini seiring dengan pergerakan bursa Global yang juga terkoreksi tajam kemarin. Indeks ditutup terkoreksi 3,1% ke level 1343,5 meski sempat menyentuh level terendah 1329,3. Trading value kembali menipis (Rp 1,46 triliun) seiring investor tidak melakukan bargain-buying pada saham-saham yang melemah kemarin. Sektor mining, Infrastruktur dan Agri yang memiliki weighted yang cukup besar terhadap indeks menjadi 'dalang' utama jatuhnya indeks kemarin.
Sementara bursa US semalam akhirnya berhasil rebound tipis dan mengakhiri koreksinya selama 6 hari berturut-turut. Investor mulai menaruh harapan pada pengucuran dana Bail-Out tahap kedua senilai US$350 miliar yang telah disetujui senat US. Hal ini akan memberi angin segar pada industri finansial US terutama beberapa bank besar yang membutuhkan suntikan likuiditas setelah membukukan kerugian pada Q3&Q4 2008. Indeks Dow Jones berhasil rebound +0.15% meski pada awal perdagangan sempat anjlok di bawah level 8000 (-2.5%), sementara S&P500 +1.1%, dan Nasdaq +1.5%.
Bursa Regional pagi ini juga dibuka rebound 'across the board' memfaktorkan berakhirnya koreksi di Bursa US dan mulai melemahnya nilai tukar Yen. Nikkei +1.5,KOSPI +1%, STI +1% dan AORD +1.1%. Harga minyak kemarin kembali terkoreksi ke level US$35/barrel dengan pergerakan harga komoditas lain yang cenderung flat.
Bursa Indonesia diperkirakan akan mengakhiri pekan ini dengan menguat terbatas, mengakhiri koreksi yang terjadi selama 4 hari berturut-turut seiring dengan rebound yang terjadi di Bursa US dan Regional. Beberapa saham blue-chip yang telah terkoreksi tajam selama sepekan belakangan ini akan menarik untuk dikoleksi seperti PTBA, ITMG, BUMI, TLKM, TINS dan ISAT. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1325 - 1360.
(ir/ir)











































