Gunung Agung Alokasikan Rp 4,5 Miliar di 2009

Gunung Agung Alokasikan Rp 4,5 Miliar di 2009

- detikFinance
Jumat, 16 Jan 2009 11:46 WIB
Gunung Agung Alokasikan Rp 4,5 Miliar di 2009
Jakarta - PT Toko Gunung Agung Tbk (TKGA) mengalokasikan dana sebesar Rp 4,5 miliar untuk
menambah 2 hingga 5 gerai di 2009. Pendanaannya berasal dari kombinasi antara kas internal, medium term loan (MTL) serta fasilitas pinjaman dari Rabobank.

“Tahun ini kami akan menambah 2-5 gerai baru dengan investasi sekitar Rp 4,5
miliar,” ujar Coprorate Secretary TKGA, Praviedya Poernomo dalam paparan di
gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/1/2009).

Poernomo mengatakan, penambahan gerai diperkirakan akan memerlukan lahan sekitar 3.000 meter persegi. Perseroan berencana menggunakan kombinasi tiga sumber pendanaan yaitu kas internal, medium term loan (MTL) dan fasilitas pinjaman dari Rabobank.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Fasilitas pinjaman dari Rabobank diperkirakan masih ada sekitar Rp 5 miliar
sedangkan MTL yang ada sekitar Rp 10 miliar,” ujarnya.

Melalui penambahan gerai-gerai baru di 2009, perseroan berharap dapat meningkatkan pendapatan perseroan di tengah lesunya perekonomian nasional tahun ini. Selain menambah gerai, TKGA juga akan menambah komposisi ruang untuk buku dan alat dengan mengurangi ruang yang tidak produktif.

Poernomo juga mengatakan, perseroan juga akan mempertahankan tingkat harga yang
terjangkau konsumen dan kombinasi produk (product mix) yang tepat sararan.
Langkah ini dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Itu penting untuk meningkatkan penjualan melalui pendekatan konsumen,” katanya.

Hingga akhir tahun 2008 TKGA membukukan pendapatan Rp 1,391 triliun, naik 25,71%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,106 triliun. Total
penjualan ini terdiri dari penjualan buku sebesar Rp 125,193 miliar, naik 10,33%
dibandingkan periode yang sama 2007 sebesar Rp 113,469 miliar, serta penjualan
alat sebesar Rp 103,013 miliar, naik 7,1% dari Rp 96,184 miliar.

Kontribusi terbesar dari penjualan disumbang dari penjualan valuta asing yang
mencapai Rp 1,163 triliun atau naik 29,65% dibandingkan penjualan akhir 2007
sebesar Rp 897,237 miliar.

Perolehan laba bersih perseroan hingga akhir tahun 2008 sebesar Rp 2,431 miliar
atau naik 22,04% dibandingkan periode yang sama 2007 sebesar Rp 1,922 miliar. (dro/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads