Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto di kantor pusat Semen Gresik, Gresik, Jumat (16/1/2008).
"Kita akan revisi rencana investasi power plant. Pengurangan kapasitas ini sehubungan dengan dilakukannya review kembali capex perseroan tahun 2009," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, total investasi dua pembangkit di Tonasa itu sebesar US$ 163 juta. Setelah penyusutan, total kebutuhan dananya menjadi US$ 114 juta.
"Diharapkan seluruh kebutuhannya bisa menggunakan dana internal, jadi lebih efisien," ujarnya.
Menurutnya, rencana penyusutan kapasitas pembangkit tersebut akan dimasukan dalam agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan berikutnya di akhir Januari 2009 untuk meminta persetujuan pemegang saham.
Perseroan berencana membangun pembangkit listrik sendiri untuk mengamankan pasokan listrik yang selama ini masih disuplai oleh PLN. Apalagi permintaan listrik di Indonesia cukup tinggi dan diperkirakan akan terus meningkat.
(ang/ir)











































