Timah Tidak Gunakan Dana Buy Back

Timah Tidak Gunakan Dana Buy Back

- detikFinance
Sabtu, 17 Jan 2009 15:07 WIB
Timah Tidak Gunakan Dana Buy Back
Cilegon - PT Timah Tbk (TINS) sama sekali tidak menggunakan dana pembelian saham kembali atau buy back dalam program khusus semasa krisis di triwulan IV-2008 lalu. Dana sebesar Rp 100 miliar yang semula untuk buy back belum diutak-atik.

"Kita siapkan dana Rp 100 miliar buat buy back, tapi kita tidak lakukan itu karena waktu itu kita feeling harga akan jatuh terus dan ternyata ketika kita siap untuk buy back harga membaik," kata Dirut PT Timah Tbk Wachid Usman.

Hal itu disampaikan Wachid di sela-sela Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Tin Chemical PT Timah Industri, di Kawasan Industri PT KrakatauΒ  Industrial Estate Cilegon, Banten, Sabtu (17/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, jika melakukan buy back saat ini harganya sudah terlalu tinggi yang pada penutupan Jumat kemarin (16/1/2009) ada di level Rp 1.150.

Semetara Coorporate Secretary PT Timah Tbk, Abrun Abubakar mengatakan semula Timah ingin buy back jika harga sahamnya ada di kisaran Rp 600, tapi ketika program buy back digelar harga terendah saham Timah cuma Rp 800.

Menurut Abrun, buy back tersebut jika dilakukan cukup efektif karena bisa menunjukkan kepercayaan bahwa fundamental perusahaan baik. "Tapi itu kan tidak wajib," katanya.

Sementara Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu mengatakan total jumlah buy back yang dilakukan perusahaan BUMN hanya sebesar 5%.

Jumlah ini memang sedikit karena ketika banyak perusahaan BUMN ingin melakukan buy back, investor justru tidak ada yang melepas sahamnya.

"Tapi saham BUMN saya lihat sudah stabil, sisa uang yang tidak terpakai buy back kembali ke kas biasa," kata Said.

Pengaruh buy back ini menurutnya, sangat positif karena harga saham BUMN terkendali di tengah ancaman krisis finansial global. Selain itu, BUMN juga mendapat keuntungan karena membeli dengan harga di bawah.

Menurut Said, meskipun program buy back khusus BUMN semasa krisis sudah berakhir, namun jika ada BUMN lain yang mau buy back bisa dibolehkan.

"Tapi program buy back yang sudah disetujui pemegang saham seperti Telkom itu kan belum habis uangnya yang Rp 3 triliun. Itu tetap jalan nggak perlu kebijakan khusus. Tapi dengan harga begini (tinggi), Telkom juga nggak akan beli," katanya.


(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads