IHSG Disemangati Auto Rejection Baru

IHSG Disemangati Auto Rejection Baru

- detikFinance
Senin, 19 Jan 2009 07:40 WIB
IHSG Disemangati Auto Rejection Baru
Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal pekan ini disemangati oleh penerapan auto rejection baru. Peluang saham untuk naik lebih tinggi terbuka.

BEI mulai 19 Januari ini menerapkan 3 klasifikasi auto rejection simetris yakni 35% untuk harga saham Rp 50-200, 25% untuk harga saham Rp 200- 5.000 dan 20% untuk harga saham di atas Rp 5.000.

Auto rejection kali ini dinilai lebih luwes dari sebelumnya yang menerapkan auto rejection asimetris 10% untuk batas bawah dan 20% untuk batas atas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prediksi bursa saham global yang cenderung menguat pekan ini juga menjadi modal IHSG untuk menguat pada perdagangan Senin (19/1/2009).

Bursa saham Nikkei Jepang pagi ini dibuka menguat 1,07% atau 88,11 poin menjadi 8.318,26. Bursa Asia mulai rebound mengikuti penguatan yang sudah terjadi di Wall Street.

Bursa saham di Wall Street pada penutupan perdagangan Jumat waktu AS (16/1/2009) bisa menguat terbatas meski terus diwarnai pelemahan.

Suntikan dana talangan kedua untuk Bank of America (BoA) senilai US$ 20 miliar mengembalikan sedikit kepercayaan pelaku pasar. Pelantikan Presiden AS Barack Obama pekan ini juga memberikan harapan baru ke pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 68,73 poin (0,84%) menjadi 8.281,22, Nasdaq naik 17,49 poin (1,16%) menjadi 1.529,33 dan Standard & Poor's 500 naik 6,38 poin (0,76%) menjadi 850,12.

Pelaku pasar dalam negeri masih akan menyoroti pergerakan saham Bumi Resources. Saham-saham tambang lainnya juga tetap menjadi motor pergerakan IHSG.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu (16/1/2009) IHSG rebound dengan kenaikan yang tinggi 20,382 poin (1,52%) menjadi 1.363,876.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks mengalami tehnikal rebound 20 poin (1,5%) menjadi 1.363 setelah empat hari berturut-turut melemah. Penguatan tersebut membuka peluang menutup gap pada awal Januari di level 1.361-1.377. Indikator Williams yang menandakan masuk area oversold dan Fast stochastic mendekati pola bullish cross over membuka peluang rebound bakal berlanjut untuk menutup gap. Tehnikal rebound diperkirakan berlanjut dikisaran 1.330-1.380 dengan pilihan saham: LSIP, UNTR, INCO, BBRI dan AALI.

Panin Sekuritas


Pekan ini, beberapa poin yang perlu diperhatikan investor adalah keluarnya laporan keuangan perusahaan finansial di Amerika, disamping juga data CPI, penjualan rumah, serta pengangguran. Selain itu, dari dalam negeri adalah penerapan baru batas autorejection, proses tender offer Indosat, serta perkembangan baru dari Grup Bakrie.

Dari weekly chart terlihat, kenaikan indeks yang terjadi sejak menyentuh bottom akhir November, mulai tertahan. Indeks terlihat tengah memulai pola konsolidasi baru. Minimnya sentimen positif menyebabkan indeks sulit bergerak untuk naik lebih lanjut. Dari sisi volume perdagangan juga terlihat lebih rendah dibandingkan pekan lalu. Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran support-resistance 1.325-1.451.

eTrading Securities

Market indonesia di tutup dengan happy ending sesi di akhir pekan. Penguatan ketiga sejak IHSG di buka di tahun 2009. ISX (Indonesia Stock Exchange) naik 1,5% menjadi 1.363,8, dengan turnover yang relative tipis, Rp 1,4 triliun. BUMI yang menjadi fokus beberapa akhir pekan ini, mencatat kenaikan pada level auto-reject atas +20% menjadi Rp510/saham.

IR (Investor Relation) BUMI mengatakan akuisisi dari tiga perusahaan tersebut tidak material. Sementara Bapepam mengatakan tidak ada kewenangan untuk menghentikan akuisisi tersebut. Sementara investor juga menggalang asosiasi yang disebut, Kelompok Investor Publik Saham Bumi (KIPS-BUMI) untuk menghentikan akuisisi yang akan di lakukan BUMI.

Qtel akan memulai tender offer besok 20 january 2008, pada harga Rp7.388/saham (ISX dan NYSE). Sementara harga ISAT penutupan kemarin Rp 5.750 (discount 28%). Sementara di counter semen, SMGR merencanakan akuisisi Plant di luar negeri untuk aktisipasi pelemahan permintaan domestik.

Sementara Dow bergerak sangat volatlile dengan pergerakan di dua teritori positif di sesi pertama dan negative di sesi ke dua, namun mengakhiri dengan kenaikan tipis 0,8% menjadi 8.281. Investor pesimis dengan bail-out di sektor financial seperti tunnel tanpa ujung nya, yang tidak jelas berapa dana yang diperlukan. Namun setelah dana bailout ke dua disetujui kongres dan Investor membanting stir ke sektor defensif seperti MCD (McDonald) membuat Dow mampu bergerak di teritori posistif.

Perdagangan di regional di warnai pergerakan yang serupa dengan Amerika, STI +1,1%, N225 +0,55% dan 1,4%. Commodity, Nikel +1,5%, Tin -4%, Palm Oil +2,1% dan Coal steady pada US$ 81/ton. Rupiah relatif stabil hari ini, berkisar di level 11.099 dan optimis pasar di perkirakan akan berlanjut, dengan katalis saham BUMI dan tender offer ISAT.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads