"Laba bersih tahun ini diperkirakan bisa mencapai Rp 70 miliar hingga Rp 85 miliar," ujar Corporate Secretary DGIK, Djohan Halim dalam siaran persnya, Senin (19/1/2009).
Pada tahun 2008, DGIK membukukan pendapatan sebesar Rp 1,45 triliun, tumbuh 44,71% dari tahun 2007 sebesar Rp 1,002 triliun. Laba bersih tahun 2008 dibukukan sebesar Rp 70 miliar, terkoreksi tipis 8,13% dari tahun 2007 sebesar Rp 76,2 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total order book yang diperoleh perseroan tahun 2008 sebesar Rp 3,1 triliun, dimana sebesar Rp 1,6 triliun merupakan order carry over dari tahun 2007.
"Kontrak baru tahun 2008 sebesar Rp 1,5 triliun," ujar Djohan.
Mengenai penurunan laba bersih tahun 2008, Djohan mengatakan faktor ekonomi makro menjadi penyebab utamanya. "Tekanan terhadap kenaikan harga bahan bakar, harga material mendorong kenaikan biaya," jelas Djohan.
Sementara di tahun 2009, perseroan membidik pendapatan sebesar Rp 1,67 triliun hingga Rp 1,74 triliun. Perseroan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% hingga 20%.
"Target kontrak baru tahun 2009 tumbuh 15% hingga 20% dari kontrak baru di 2008, atau sekitar Rp 1,725 triliun hingga Rp 1,8 triliun. Pada Januari 2009 ini, total order book DGIK telah mencapai Rp 1,65 triliun," imbuh Djohan.
Melalui berbagai target tersebut, perseroan memproyeksikan perolehan laba bersih antara Rp 70 miliar hingga Rp 85 miliar tahun 2009, atau naik sebanyak-banyaknya 21,42% dari posisi di 2008.
(dro/ir)











































