"Kami harapkan pemeriksaan bisa selesai sebelum akhir bulan ini," ujar Direktur Perdagagan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia, Guntur Pasaribu saat dihubungi detikFinance, Selasa (20/1/2009).
BEI menghentikan sementara (suspensi) aktivitas perdagangan Dinar Sekuritas sejak sesi I perdagangan Rabu 7 Januari 2009. Suspensi dilakukan lantaran perseroan sedang melakukan pembenahan internal. Hingga saat ini, Bapepam-LK dan BEI masih melakukan pemeriksaan terhadap Dinar Sekuritas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Guntur pada Senin kemarin (19/1/2009) menyatakan bahwa tidak ada masalah dengan portofolio nasabah Dinar Sekuritas. Menurutnya, suspensi hanya berlaku bagi aktifitas broker, rekening nasabah tidak diblokir. Oleh karenanya, nasabah dibolehkan memindahkan portofolionya ke rekening efek di perusahaan sekuritas lainnya.
Mengenai alasan suspensi, hingga saat ini belum ada penjelasan detil soal apa yang dimaksud dengan pembenahan internal Dinar Sekuritas. Namun menurut kabar di pasar, Dinar memang meminta suspensi lantaran dananya tersangkut di repo PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).
Pada September 2008, BNBR menjaminkan 83.143.500 saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) untuk memperoleh pinjaman dana dari Dinar sebesar Rp 30 miliar. Pinjaman atau repo dengan bunga 20,25% tersebut seharusnya jatuh tempo Desember 2008.
Namun hingga awal Januari 2009, BNBR belum dapat melunasi hutang tersebut. Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali pada paparan 14 Januari 2009 mengakui bahwa posisi utang repo pada Dinar Sekuritas masih sama sebesar Rp 30 miliar dan belum dapat dilunasi.
Jaminan sahamnya pun telah bertambah menjadi 222.222.222 (5,87%) saham UNSP dan 218.856.000 (0,75%) saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
Belum diketahui apakah penurunan nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) Dinar Sekuritas diakibatkan modal perusahaan tersangkut di repo BNBR di atas. Per 19 Januari 2009, nilai MKBD Dinar sebesar Rp 12,597 miliar. (dro/ir)











































