"Pengumuman pemenang tender menara paling lambat pekan depan," ujar Direktur Corporate Services BTEL, Rakhmat Djunaedy disela acara di Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (20/1/2009).
Sebeleumnya, BTEL melakukan negosiasi penjualan 543 menara telekomunikasi dengan 6 investor lokal terdiri dari PT Solusi Tunas Pratama, PT Tower Bersama, PT Protelindo, PT Retower, PT Padi Mekatel dan PT Powertel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rakhmat mengatakan, target penjualan menara sekitar Rp 380,22 miliar. Namun ia mengatakan dalam negosiasi harganya bisa lebih dari target tersebut.
"Masih nego, kita sih maunya lebih tinggi. Tapi tergantung nanti," ujar Rakhmat.
Sebelumnya, Presiden Direktur BTEL Anindya Bakrie mengatakan, penjualan 543 menara tersebut bisa mencapai Rp 450 miliar. Namun Rakhmat belum bisa memberikan angka tawaran terakhir dari para penawar yang tersisa.
"Belum bisa disebutkan. Masih nego," elak Rakhmat.
Dalam RUPSLB 16 Desember 2008, pemegang saham menyetujui agenda penjualan menara telekomunikasi. Pengumuman penawar paling tinggi rencananya dilakukan pada 9 Januari 2009. Sedangkan pengumuman pemenang bidder rencananya dilakukan hari ini, Selasa (20/12009).
"Ya, agak sedikit mundur dari jadwal. Tapi paling lambat pekan depan sudah ada pemenangnya," ujar Rakhmat.
Dana penjualan menara akan digunakan untuk pengembangan kinerja perseroan yang akan dimasukkan dalam anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun depan yang dianggarkan sebesar US$ 200 juta. (dro/ir)











































