Review IHSG: Diseret Perbankan

Review IHSG: Diseret Perbankan

- detikFinance
Selasa, 20 Jan 2009 17:36 WIB
Review IHSG: Diseret Perbankan
Jakarta - Indeks kembali ditutup turun di level 1.344,151 (-0,5%) dengan sedikit rebound di sesi 2 setelah di sesi 1 sempat melorot sebesar 2% dari awal pembukaan. Rendahnya keyakinan investor menyumbang rendahnya trading value IHSG sebesar Rp 993 miliar atau rekor nilai transaksi terendah sejak awal Desember 2008.

Kekhawatiran investor terhadap perekonomian global semakin melemah setelah bank RBS mencatat kerugian terbesar dalam sejarah sebesar US$41 miliar.

Pelemahan indeks hampir terjadi di semua negara. Indeks MSCI (Morgan Stanley Composite Index) minus 1% dipimpin pelemahan bursa Asia. Nikkei ditutup turun lebih dari 2%, Hang Seng -2,85%, dan Straits Times -1,54%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan IHSG diseret oleh penurunan beberapa saham perbankan (-0,56%) dan mining (-1,63%).Β  Bank Danamon (BDMN) memimpin penurunan terbesar -11,96% setelah investor khawatir kontrak tagihan derivatif sebesar Rp 971 miliar akan default di tengah depresiasi rupiah.

Bumi Resources (BUMI) ditutup di Rp510 (-1,92%) setelah investor memfaktorkan penurunan harga minyak sebagai substitusi komoditas batu bara akan memperburuk prospek pendapatan BUMI ditambah beban BUMI untuk pembayaran cicilan atas proses akuisis terhadap Pendopo Coal, Fajar Bumi Sakti, dan Darma Henwa.

Perusahaan Gas Negara (PGAS) melorot ke Rp2.050 (-1.2%) sebab penurunan harga minyak di bawah US$35/barel hampir setara dengan harga jual gasnya di $5,5/MMbtu = US$34.6/barel.

Rupiah juga kembali terpuruk dengan ditransaksikan pada level Rp 11.928 (-2,5%) meskipun pada lelang SBI dan SUN pemerintah berhasil menyedot Rp 3,25 triliun.



(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads