"Kita lihat ada perbedaan informasi soal akuisisi BUMI. Kabar itu akan kita periksa," ujar Kepala Bapepam-LK, Fuad Rahmany di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (20/1/2009).
Fuad enggan menegaskan sikap soal akuisisi yang dilakukan BUMI. Ia mengatakan masih melihat dan meninjau terlebih dahulu sebelum mengambil sikap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini memang beredar kabar di pasar yang mengatakan bahwa 3 perusahaan yang diakuisisi BUMI memiliki hubungan afiliasi dengan struktur pemegang saham perseroan.
Menanggapi hal ini, Presiden Direktur BUMI Ari Saptari Hudaya berkali-kali menegaskan bahwa tiga perusahaan tersebut tidak terafiliasi dengan struktur pemegang saham BUMI.
"Orang sering menilai grup Bakrie, BNBR dan BUMI dalam satu struktur. Padahal seharusnya orang bisa membedakan siapa yang disebut grup Bakrie, siapa BNBR dan siapa BUMI," ujar Ari dalam paparan 14 Januari 2009.
Menurut Ari, apa yang disebut sebagai grup Bakrie adalah keluarga Bakrie dan bisnisnya secara umum, terutama di tingkat teratas. Sementara BNBR adalah satu bagian dari bisnis keluarga Bakrie yang menjadi holding company dari perusahan-perusahaan Bakrie yang go public.
Sedangkan BUMI adalah salah satu anak usaha BNBR yang juga telah go public.
"Jadi tidak bisa dikait-kaitkan antara struktur dalam grup Bakrie dengan BUMI. Rantainya berbeda," ujar Ari.
Selain itu, Fuad juga mengatakan bahwa Bapepam juga akan memeriksa kabar di pasar yang mengatakan bahwa akuisisi tersebut terlalu mahal.
"Itu juga akan kita periksa. Intinya kita lihat ada perbedaan informasi. Semuanya akan kita periksa dulu," ujar Fuad.
Menanggapi tudingan yang mengatakan bahwa nilai akuisisi 3 perusahaan tersebut terlalu mahal, Dileep mengatakan asumsi tersebut tidak didasarkan pada alasan yang tepat.
"Tiga akuisisi yang kami lakukan merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami dalam mengembangkan tambang batubara BUMI. Jadi asumsi yang mengatakan bahwa akuisisi terlalu mahal tidak tepat, karena asumsi tersebut hanya didasarkan pada pergerakan harga saham harian yang bersifat jangka pendek," jelas Dileep.
(dro/qom)











































