Harapan baru akan hadirnya Obama untuk bisa memulihkan perekonomian dengan cepat ternyata tak mampu menandingi sentimen negatif dari laporan perbankan.
Pada perdagangan Selasa (20/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 332,13 poin (4,01%) ke level 7.949,09. Indeks Standard & Poor's 500 juga anjlok 44,90 poin (5,28%) ke level 805,22 dan Nasdaq merosot 88,47 poin (5,78%) ke level 1.440,86.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham perbankan di berbagai belahan dunia sebelumnya telah merosot setelah Royal Bank of Scotland (RBS) mengumumkan kerugian yang tidak diperkirakan sebelumnya hingga US$ 40 miliar lebih. Hasil dari RBS itu setidaknya dijadikan cerminan bahwa kondisi bank-bank besar di berbagai belahan dunia belum juga membaik.
Sementara State Street Corp, yang merupakan manajer keuangan terbesar dunia membuat investor cemas tentang apa yang disebut sebagai wilayah paling aman di perbankan, setelah mereka mengumumkan kerugian yang tidak disadari hingga US$ 6,3 miliar dalam investasinya. Outlooknya pun diturunkan, sehingga harga sahamnya anjlok hingga 59%.
"Saham-saham semakin berjatuhan karena tragedi yang belum juga usai di sektor perbankan," ujar Tom Sowanick, chief investment officer Clearbrook Financial LLC seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/1/2009).
Sebagian besar saham perbankan berjatuhan, termasuk JPMorgan Chase & Co yang menjadi penyeret utama pelemahan Dow Jones. indeks sektor perbankan KBW anjlok hingga 20%, sementara indeks finansial S&P turun hingga 17%. Namun Citigroup naik tipis 3% setelah mengumumkan pemberian dividen 1 sen per saham per kuartal dan akan melanjutkan penjualan Citigroup Technology Services senilai US4 127 juta.
Pelantikan Obama sendiri sebenarnya sudah dinanti-nantikan dengan harapan akan segera membawa pemulihan ekonomi baru. Obama telah berkali-kali menekankan upayanya menstabilkan perekonomian termasuk menggenjot proyek-proyek besar dalam rangka mengurangi pengangguran.
"Saya kira ekspektasinya terlalu berlebihan saat dimulai. Ketika Anda memiliki ekspektasi seperti ini, maka Anda akan kecewa," ujar Marc Pado, analis dari Cantor Fitzgerald & Co.
Perdagangan saham cukup aktif dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 1,72 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,02 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar. (qom/qom)











































