Tipisnya perdagangan saham seolah mengindikasikan pergerakan IHSG pada Rabu (21/1/2009) cenderung bergerak terbatas. Saham perbankan dan energi akan menjadi fokus perhatian pelaku pasar.
IHSG juga akan melihat tren pergerakan bursa regional yang hari cenderung melemah. Terlihat indeks Nikkei Jepang pada Rabu pagi ini dibuka melemah 115,83 poin (1,44%) menjadi 7.949,96.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harapan baru akan hadirnya Presiden AS Barack Obama untuk bisa memulihkan perekonomian dengan cepat ternyata tak mampu menandingi sentimen negatif dari laporan perbankan.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (20/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 332,13 poin (4,01%) ke level 7.949,09. Indeks Standard & Poor's 500 juga anjlok 44,90 poin (5,28%) ke level 805,22 dan Nasdaq merosot 88,47 poin (5,78%) ke level 1.440,86.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (20/1/2009) IHSG turun 6,536 poin (0,48%) menjadi 1.344,151.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
Ditengah tipisnya nilai transaksi (
Kami melihat dalam jangka pendek, kondisi pasar saham regional masih akan dipengaruhi oleh melemahnya perekonomian global, disamping juga laporan kinerja korporasi 2008. Beberapa indikator teknikal mengindikasikan IHSG hampir memasuki wilayah oversold. Meski demikian, belum ada sinyal terjadinya reversal. Dari pola pergerakannya, terlihat kecenderungan terbentuk pola sideways untuk beberapa waktu ke depan. Kisaran support-resistance 1.320-1.360.
Optima Securities
Pelemahan bursa saham Asia seperti Hang Seng -2,8% dan Nikkei -2,3% berimbas ke indeks sehingga turun 6 poin menjadi 1.344. Sepinya sentimen positif ke pasar turut membuat investor menahan diri bertransaksi sehingga nilai perdagangan pun tipis di bawah Rp 1 triliun. Indeks selanjutnya bertumpu pada sentimen regional khususnya Dow dengan adanya presiden yang baru. Pergerakan harian di level 1.330-1.370 dengan saham pilihan: BUMI, PGAS, BBRI, UNTR, dan ASII.
eTrading Securities
Dow terjun bebas di bawah level 8.000 dihari pelantikan president US ke 44 Barack Obama semalam. Dow ditutup di level 7.949,1 (-4,0%) bank menjadi pengerak indeks, dengan kekawatiran bail-out yang berkepanjangan. Kurangnya katalis di pasar membuat rata-rata indeks di regional tertekan dengan iringan kekhawatiran krisis yang terus mendalam dan berkepanjangan.
ISX, kemarin menunjukan jenuh beli dari investor mulai bermunculan. Transaksi value di bawah Rp1 triliun atau terendah sejak awal dec-2008. Rata-rata transaksi ISX saat ini sudah mendekati tahun 2004. Transaksi hari ini diperkirakan akan sepi dan tekanan dari sentiment regional akan menyelimuti ISX.
Di komoditas, Tin sedikit tertekan dan berada pada level $10.825/ton (-3,3%) dan CPO (-1,4%) menjadi RM1.835/ton. (ir/ir)











































