Sepinya transaksi di lantai bursa juga dikabarkan karena minimnya dana-dana yang masuk ke negara berkembang termasuk Indonesia, dan jumlah uang beredar juga menurun.
Saham-saham tambang memelopori penurunan IHSG menyusul turunnya permintaan komoditas akibat lesunya ekonomi global.  Â
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham sesi I, Rabu (21/1/2009) IHSG jeblok 21,517 poin (1,6%) menjadi 1.322,634. Sedangkan pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB, rupiah melemah 40 poin ke posisi 11.190 per dolar AS.
Perdagangan saham sesi siang sangat tipis dengan mencatat transaksi sebanyak 20.145 kali, dengan volume 536,2 juta unit saham, senilai Rp 547,6 miliar. Sebanyak 13 saham naik, 84 saham turun dan 38 saham stagnan. Â
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 150 menjadi Rp 1.900, Bumi Resorurces (BUMI) turun Rp 10 menjadi Rp 500, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 menjadi Rp 4.650, Astra Internasional (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 12.450 dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 10 menjadi Rp 1.100.
(ir/qom)











































