Rebound terjadi berkat laporan dari IBM yang memunculkan kembali optimisme bahwa sektor teknologi kondisinya kemungkinan lebih baik ketimbang yang dipikirkan orang selama masa krisis kali ini.
Pada perdagangan Rabu (21/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat hingga 279,01 poin (3,51%) ke level 8.228,10. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 35,02 poin (4,35%) ke level 840,24 dan Nasdaq menguat 66,21 poin (4,60%) ke level 1.507,07.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham perbankan juga mulai membaik setelah sebelumnya merosot tajam. Saham Bank of America naik hingga 31%, JPMorgan Chase juga melonjak 25,1%, Citigroup naik 31%.
"Pasar saham lebih baik pada hari pertama Obama sepenuhnya menjadi presiden. Pemulihan Wall Street setelah penurunan tajam sehari sebelumnya, dipicu oleh saham finansial dan teknologi. Saham perbankan rebound dengan harapan rencana stimulus Obama akan mencegah penyitaan dan berhadapan dengan aset-aset busuk dalam neraca keuangan," ujar Al Goldman, analis dari Wachovia Securities seperti dikutip dari AFP, Kamis (22/1/2009).
Perdagangan berlangsung sangat aktif di New York Stock Exchange dengan transaksi mencapai 1,74 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,14 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
(qom/qom)











































